Gayeng dan Menyenangkan, Tradisi Rasulan Bersih Dusun Wiro Bayat dengan Kirab Kambing Kendit dan Gunungan Keliling Kampung
KLATEN, POSKITA.co – Gayeng dan menyenangak. Demikian kesan saat melihat suasana warga Dusun Wiro, Desa Wiro, Kecamatan Bayat, Klaten, dengan memakai kostum kejawen, mengikuti rangkaian kirab budaya tradisi bersih dusun yang dipusatkan di halaman Masjid Al Islam Dusun Wiro, Sabtu (19/9/2026) siang.
Purwana alias Kimpul, panitia kegiatan tradisi Rasulan Bersih Dusun Wiro mengatakan, setiap tahun warga Dusun Wiro mengadakan bersih desa dengan sedekahan bumi. Dalam bersih dusun ini ada 1 ekor kambing kendit yang dipersiapkan dan diarak keliling kampung.
“Jadi kita adakan kirab atau arak-arakan keliling kampung kambing kendit, 1 ekor ingkung ayam jago, 5 gunungan hasil bumi yang diisi aneka sayuran, buah dan makanan cemilan. Juga ada 3 jodang yang ditandu yang berisi nasi, sayuran, ayam ingkung dan lainnya,” ungkap Purwana Kimpul mantap.
Sebelumnya ada doa bersama pada Kamis (17/9) malam yang juga berdoa terkait merti sungai Dengkeng agar melimpah airnya tidak kering yang dipimpin Modin Desa Wiro Ustadz Yoga Pratama. Juga ada pentas reog Kridha Wiratama Jumat (18/9) siang, pentas karawitan Jumat (18/9) malam, rasulan dan kiran budaya Sabtu (19/9) siang dan puncaknya gelaran wayang kulit Sabtu (19/9) malam.
Pentas wayang kulit ini dalangnya Ki Teguh Triono, SPd MPd dari Planggu Trucuk di halaman rumah Amin Sutikno RT 14/RW 05 Dusun Wiro. Kata Kimpul, lakon wayangnya Wahyu Tirto Manik Moyo Mahadi dengan bintang tamu Apri, Mimin dan Uncek. Warga sangat antusias juga saksikan pentas wayang kulit ini dan tampilnya Apri Mimin menjadi daya Tarik penonton untuk dating.
“Kebetulan dalang Ki Teguh Triono ini Kepala SMPN 1 Polanharjo yang tinggal di Planggu dan di pentas wayang ini ikut meramaikan dalang cilik Chrisandi Omega siswa kelas 8 SMPN 1 Trucuk. Bersih Dusun Wiro ini paling gayeng dan warga tetap kompak gotong royong mendukung tradisi rasulan sedekahan ini,” ungkap Kimpul.
Turut hadir dalam kirab budaya ini ada Camat Bayat H. Rokhmad Sya’bani, SE MM, Kades Wiro Sinto, SE, perangkat desa Wiro, segenap Ketua RT/RW Wiro, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya. Camat Bayat Rokhmad ikut memberikan kata sambutan sebelum pemberangkatan kirab budaya dan bangga dengan kebersamaan atau guyup rukun warga Wiro.
“Harapan dengan diadakan tradisi rasulan bersih dusun ini, warga tetap guyup rukun. Dan agenda ini merupakan tradisi adiluhung, tetap dijaga atau diuri-uri budaya jawa. Juga ada rangkaian wayang kulit yang bisa memberikan hiburan, tontonan dan tuntunan,” ujar Camat Bayat Rokhmad di sela-sela jelang kirab budaya.
Dikabarkan pula, untuk musim kemarau ini ada tiga desa yang terdampak kekeringan, yaitu Wiro, Jotangan dan Jarum. Untuk Desa Wiro yang terparah kekeringan ada di Dukuh Tugurejo yang warganya membuat tandon air sementara dengan terpal di 8 titik.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) 4 Desa Wiro, Aris Munandar menambahkan, agenda tradisi rasulan Dusun Wiro ini tetap dipertahankan atau dilestarikan. Tiap RW membuat gunungan yang diisi dengan aneka sayuran, buah-buahan dan bahkan ada yang memasang uang kertas di atas gunungan yang nantinya direbutkan warga di halaman Masjid Al Islam.
“Pemerintah Desa Wiro, khususnya warga Kadus 4, tetap nyengkuyung agar tradisi mulia, tradisi bersih desa ini bisa dilanjutkan. Tradisi ini tetap diuri-uri dan menjadi bagian dari doa kepada Allah SWT agar warga Wiro tetap guyup rukun, makmur, sejahtera dan bahagia. Hasil pertanian bisa melimpah, para pedagang juga berlimpah rejekinya dan Dusun Wiro ini ayem tentrem,” jelas Aris Munandar yang tinggal di RT 15/RW 05.
Di acara kirab kambing kendit, tampak dua orang tokoh Pendidikan yang ternyata rumahnya di Wiro, yaitu Subari, SPd MPd dan Drs. Sri Daryanto. Kegiatan bersih dusun Wiro ini juga diramaikan dengan puluhan warga yang membawa tenong berisi aneka makanan yang dibawa untuk disuguhkan ke warga secara gratis dan lantunan hadroh warga Wiro. (Hakim)

