Klaten

Siswa SMPN 1 Ngawen Intens Latih Siswa dalam Public Speaking

Keterangan Foto: Guru pendamping ekstra public speaking Siti Mukaromah, SPd dampingi mentor puiblic speaking dan siswa yang ikut ekstra public speaking pekan lalu.

KLATEN, POSKITA.co – Sekitar 18 siswa SMPN 1 Ngawen, Klaten, secara rutin mengikuti pelatihan public speaking yang diadakan setiap Sabtu. Untuk pelatihan public speaking pada Sabtu (19/9/2026) lalu, ada materi terkait kemampuan siswa dalam berpidato dan penyampaian pengumuman secara spontan.

Kepala SMPN 1 Ngawen Wahyuningsih Lestari, SPd MPd mengatakan, sudah tiga kali pertemuan siswa SMPN 1 Ngawen atau Essanga mengikuti pelatihan public speaking ini. Kemampuan siswa selama pukul 09.30-11.00 WIB benar-benar diasah atgau diajarkan bagaimana menjadi sosok siswa yang mumpuni atau setidaknya mampu lancar berbicara di depan umum.

“Kebetulan pelatihan public speaking ini ada 18 siswa yang ikut secara rutin. Dan kami sengaja memberikan kesempatan kepada Muhammad Subhan yang juga wartawan atau jurnalis multitalenta dari Joglo Pos Klaten sebagai pemateri. Ide-ide unik yang menggugah semangat siswa berani berbicara tetap terasa,” ungkap Wahyuningsih.

Untuk guru pendamping yang mendampingi pemateri dari Joglo Pos Klaten ada Siti Mukaromah, SPd yang mengajar Bahasa Inggris dan Aprilia Riskaida, SPd mengajar Bahasa Indonesia. Kedua guru ini selalu hadir mendampingi acara public speaking siswa Essanga.

Harapannya, jelas Wahyuningsih yang tinggal di Bakungan, Karangdowo, siswa Essanga nantinya bisa mahir atau mumpuni, memiliki talenta sebagai pembawa acara atau master of ceremony (MC), mahir dalam berpidato, dan memiliki keberanian dalam bertutur kata di depan umum secara lugas dan lancar.

Secara umum, ungkapnya, ada beberapa manfaat mengikuti pelatihan public speaking, antara lain siswa memiliki kemampuan lebih percaya diri. Siswa tidak takut dan lebih optimis berani berbicara di depan umum. Tidak ada rasa gugup, minder dan takut dinilai orang lain.

“Dengan intens berlatih berbicara lewat public speaking, siswa mampu mengolah rasa dan kemampuan dalam berkomunikasi dengan baik. Jika tampil sebagai MC atau pembicara di berbagai acara, siswa sudah memiliki bekal atau modal keberanian berbicara sesuai teks atau tema yang diberikan,” jelas Wahyuningih.

Dengan sering berlatih dalam public speaking, siswa mampu berpikir cepat, kritis dan ide-ide yang keluar selalu update. Kemampuan otak yang terbiasa dilatih menanggapi setiap permasalahan yang ada, siswa bisa lebih aktif berikan solusi dan bisa mempengaruhi masyarakat secara umum.

Muhammad Subhan yang menjadi pemateri bersyukur, selama pelatihan public speaking ini bisa memberikan warna tersendiri kepada siswa. Dengan latihan intensif, siswa Essanga yang ikut public speaking bisa menonjol dalam berbagai kegiatan, karena diajarkan semangat keberanian berbicara di depan umum.

“Salah satu cara menggugah siswa berani berbicara adalah sering mengadakan latihah mengungkapkan pendapat di depan teman-temannya saat ekstra kurikuler, seperti praktek berpidato atau menjadi pembawa acara,” ujar Muhammad.

Untuk ekstra siswa di Essanga ini, jelas Wahyuningsih, selain public speaking juga ada pramuka, seni tari, PMR, seni lukis, sepakbola, seni hadroh, lomba ketangkasan baris-berbaris, patroli keamanan sekolah (PKS), sepak takraw, band musik dan lainnya. (Hakim)