Dunia Maya Penuh Risiko, Ortu Berperan Lindungi Anak di Dunia Digital
Foto: dokumentasi
SOLO, POSKITA.co – Anak bermain gadget harus dibimbing orang tua. Agar anak bebas dari perundungan siber.
Perkembangan teknologi digital membawa dampak negatif dan positif dalam kehidupan sehari-hari. Dampak yang buruk menyangkut perkembangan generasi muda yang ketagihan gadget yang negatif.

Kasihumas Polresta Surakarta, AKP Lingga Ramadhani saat bincang santai, Senin (20/7). (foto dokumentasi)
Untuk itu, peran orang tua sangat penting dalam melindungi anak-anaknya dari berbagai risiko di dunia maya.
Mencermati fenomena ini, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengajak seluruh orang tua untuk tidak hanya memberikan akses gadget bagi anak, tetapi juga hadir sebagai pendamping, pembimbing, sekaligus teman berdiskusi saat anak menjelajahi dunia digital.
“Anak bermain gadget bukan hanya membutuhkan kuota internet, tetapi juga membutuhkan arahan, perhatian, dan tempat bercerita. Orang tua jangan hanya menjadi penjaga password WiFi, tetapi juga menjadi sahabat yang mendampingi anak di ruang digital,” terang Mantan Kasatlantas Polresta Semarang itu.
Menurutnya, kehadiran orang tua menjadi kunci utama dalam membangun kebiasaan positif anak saat menggunakan perangkat digital. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten akan membantu anak lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi sekaligus menghindari berbagai ancaman seperti konten negatif, perundungan siber (cyberbullying), hingga penyalahgunaan media sosial.
Kasihumas menambahkan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan orang tua dalam mendampingi anak, di antaranya menemani anak saat menggunakan gadget, mengajarkan etika dan kebijaksanaan dalam bermedia sosial, memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga privasi di internet, melindungi anak dari konten yang tidak sesuai usia, serta membangun komunikasi yang terbuka tanpa menghakimi.
“Jadilah teman cerita bagi anak, bukan sekadar pengawas. Ketika anak merasa nyaman untuk bercerita, mereka akan lebih terbuka menyampaikan pengalaman maupun permasalahan yang dihadapi di dunia digital,” tambahnya.
Begitu dahsyatnya pengaruh negatif teknologi digital, Polresta Surakarta hadir sembari mengingatkan bahwa literasi digital merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan sinergi yang baik, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.
“Mari kita bareng-bareng mendampingi anak di ruang digital, karena kasih sayang dan perhatian orang tua adalah perlindungan terbaik bagi masa depan mereka,” papar Lingga saat bincang santai, Senin (20/7). (**)
Tanto

