Suami-Istri di Mundu Tulung Stroke, Prostex Klaten Turun Tangan

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Mendengar adanya ada pasangan suami istri di daerah Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Klaten, sedang sakit stroke, Prostex Klaten sebagai wadah komunitas tukang las listrik terpanggil datang membantu. Mereka membawa sembako dan uang yang diberikan kepada pasangan Wiyono (58 th) dan Sutari (57 th) di Dukuh/Desa Mundu, RT 21/RW 07, Tulung, Jumat malam (1/10/2021).

Ketua Prostex Klaten Ari Rianto ACT menyatakan, keadaan pasangan suami istri ini menyedihkan. Dengan semangat kepedulian, mereka pun memutuskan turun tangan dengan memberikan bantuan. Selain ada agenda peduli sesama, Prostex Klaten juga mengadakan pertemuan rutin bulanan dengan lokasi berpindah-pindah tempat di rumah anggota atau tempat kuliner.

“Malam ini membantu pasangan suami-istri yang sakit stroke dan kita terpanggil membantu secara sederhana. Kita siapkan sembako senilai Rp 500 ribu dan kita tadi berikan santunan Rp 1,8 juta untuk beliau berdua,” ujar Ari Rianto yang tinggal di belakang Koramil Pedan, Kedungan.

Saat datang ke rumah warga Mundu ini, tampak Wiyono hanya tiduran di tikar dengan kondisi stroke tak bisa berjalan. Sementara istrinya Sutari tidur di kamar dan saat Prostex datang langsung ikut duduk dengan memakai alat bantu berjalan atau krek.

Menurut Ketua RW 07 Sardiyanto, pasangan suami-istri ini mempunyai dua anak, yaitu Sutopo (23 th) dan Sriyati Setya Ningsih (20 th). Sutopo tinggal di RW sebelah dan Ningsih tidur serumah dengan Wiyono ini. Setiap hari yang melayani orangtua ini adalah Ningsih yag sehari-hari bekerja di home industri roti di Mundu.

“Kami atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari teman-teman Prostex, semoga bantuan ini bisa mengurangi beban Pak Wiyono dan Ibu Sutari yang sedang diuji sakit stroke. Sudah beberapa kali beliau berdua diterapi, tapi belum sembuh,” ujar Sardiyanto didampingi Komari, Ketua RT 21 Mundu.

Ningsih menerima bantuan dari Prostex Klaten disaksikan ayahnya, Wiyono, yang sakit stroke.

Sriyati Setya Ningsih atau Ningsih mengaku, ayahnya sudah sakit stroke sekitar 1,5 tahunan ini dan sudah berusaha mencari pengobatan. Baik pengobatan terapi alternatif maupun pengobatan medis lainnya. Awalnya hanya merasa sakit nyeri dan pegal-pegal di bagian pinggang.

“Bapak akhirnya sakit seperti ini sampai sekarang dan sudah tidak bisa bekerja di sawah lagi. Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Prostex Klaten,” jelas Ningsih.

Terpisah, Ari Riyanto menambahkan, Prostex Klaten ini dikelola dengan sekretarisnya Toni dari Karangnongko dan Akbar selaku bendahara dari Selogringging Tulung. Motivasi Prostex Klaten selama ini tetap dihidupkan untuk cinta sesama atau peduli sesama.

“Malam ini yang ikut ada 40-an anggota dan kalau total anggota kami ada 50-an dilihat dari members. Sejak berdiri Desember 2018, kita telah melakukan berbagai aksi sosial dan jalinan kebersamaan antar tukang las ini tetap tinggi. Prostex ini ajang silaturrahmi dan sama-sama saling mensupport. Kalau berdiri bermula dari senang wedangan bersama antar tukang las dan akhirnya terbentuk Prostex ini,” ujar Rianto. (Hakim)

Caption Foto HL:
Prostex Klaten sedang berkunjung ke rumah Wiyono di Mundu, Jumat malam (1/10).