Boyolali

Terbongkar! Pengakuan Menantu Pembunuh Mertua Berbeda dengan Fakta yang Diungkap Keluarga

Widodo (kasus hijau), saat menyaksikan pembongkaran jasad adiknya, almarhumah Aminah oleh Tim Dokkes, Labfor Polda Jateng dan Tim Identifikasi Polres Boyolali di TPU Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali, Sabtu (30/5). (foto dokumentasi)

Boyolali, POSKITA.co – Kasus pembunuhan Aminah (57), warga Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali, memasuki babak baru setelah menantunya, PW (40), ditetapkan sebagai pelaku peracunan yang merenggut nyawa korban. Namun, alasan sakit hati yang disampaikan PW kepada penyidik ternyata dibantah keras oleh pihak keluarga. Kakak korban, Widodo (61), mengungkap fakta berbeda yang selama ini terjadi di lingkungan keluarga, bahkan menyebut pelaku kerap terlibat utang, penipuan, hingga perjudian online.

Terungkapnya PW (40) sebagai pelaku pembunuhan terhadap mertuanya, Aminah (57), membuat keluarga korban lega. Sebab meninggalnya Aminah warga Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali sudah ada titik terang yakni dibunuh oleh PW dengan cara diracun.

Pihak keluarga almarhumah Aminah tak mempermasalahkan  pengakuan PW ke penyidik Polres Boyolali yang merasa sakit hati kepada korban.

Sakit hati yang dirasakan PW yakni karena sering tidak dianggap, tidak bekerja, dan merasa sering dipojokkan oleh almarhumah, hal itu menurut kakak korban yakni Widodo (61), merupakan hak pelaku.

Namun pengakuan PW kepada petugas itu, bertolak belakang  seperti yang diungkap Widodo.

Menurut kakak almarhumah Aminah yang tinggal di Dukuh Janter, Sindon tersebut, justru PW yang kerap bikin masalah. “PW kerap pinjam uang, menipu dan suka judi slot bola,” jelas Widodo saat dihubungi, Senin (8/6) malam.

Setelah kematian Aminah terungkap siapa pelakunya, Widodo memiliki kecurigaan, jangan-jangan Diman atau suami Aminah yang meninggal sekitar enam bulan yang lalu, akibat perbuatan PW.

“Kecurigaan saya ini diperkuat berdasar obrolan PW dengan istrinya berinisial LD (37) yang mengatakan bahwa kematian Aminah mirip atau hampir sama seperti meninggalnya Diman. Perkataan PW itu terjadi saat memperingati tiga hari meninggalnya Aminah dan apa yang dikatakan PW kepada istrinya itu saya dengar sendiri,” urai kakak Aminah tersebut.

Di mata Widodo, tabiat buruk PW sudah diketahui sejak lama, seperti main judi slot bola, pinjam uang hingga menipu mertuanya kerap diketahuinya.

Ya kalau pengakuan PW kepada petugas sebagai menantu yang sering dipojokan, disepelekan karena tidak bekerja, tidak dianggap, hal itu, menurut Widodo, itu hak dia.

Namun apa yang sesungguhnya terjadi, Widodo mengetahuinya baik secara langsung maupun berdasar penjelasan dari adiknya sebelum meninggal maupun orang lain.

Setelah panjang lebar memberi penjelasan kepada awak media, Widodo tak lupa menyampaikan apresiasi atas kinerja pihak kepolisian yang dengan cepat dapat mengungkap kematian adiknya (Aminah-red) yang mana sejak awal keluarga sudah menaruh curiga kalau pelakunya tidak lain PW. 

“Kecurigaan kami beralasan dan kami menghormati asas praduga tidak bersalah sebelum kasus ini terungkap,'” paparnya. (**)

Tanto