Code.org, Cara Asyik Berpikir Komputasi

Spread the love

Oleh: Irno Prakosa

SMA N 7 Semarang

 

Era Revolusi Industri 4.0 seperti saat ini, tiap manusia di dunia dituntut untuk memiliki daya saing yang tinggi, baik dari segi kualitas kemampuan berpikir, dari segi kualitas keterampilannya, maupun dari segi kualitas sikap sosial spriritualnya.

Negara Indonesia yang merupakan negara berkembang berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusianya agar mampu mengejar ketertinggalan dari negara – negara tetangganya baik di lingkup regional maupun internasional. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah mencanangkan Kurikulum 2013.

Dalam Kurikulum 2013 revisi, disampaikan bahwa peserta didik diharapkan mampu berpikir secara kritis. Kemampuan berpikir kritis tersebut tidak hanya pada satu mata pelajaran saja, melainkan keseluruhan mata pelajaran yang disampaikan kepada peserta didik.

Menurut penulis, salah satu bentuk berpikir kritis adalah peserta didik mampu untuk berpikir komputasi (computational thinking). Dengan berpikir komputasi, maka akan membuat peserta didik mampu menentukan komputasi seperti apa yang akan digunakannya dan sesuai dengan kebutuhannya. Kemampuan tersebut merupakan kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan di abad 21 ini.

Berpikir komputasi secara mudahnya dapat diartikan sebagai berpikir dengan menggunakan logika untuk memecahkan suatu permasalahan. Berpikir komputasi berarti bahwa menyelesaikan suatu permasalahan dengan:

  1. Menggunakan langkah–langkah atau tahapan–tahapan yang telah ditetapkan secara runtut.
  2. Menentukan keputusan atas beberapa hal yang harus dipilih dikarenakan adanya kemungkinan–kemungkinan yang akan terjadi.

Untuk melatih, memahami, dan mengimplementasikan cara berpikir komputasi salah satunya adalah dengan belajar pemrograman. Banyak sekali bahasa–bahasa pemrograman yang sudah ada di dunia ini, dari bahasa pemrograman tingkat rendah hingga bahasa pemrograman tingkat tinggi.

Beberapa diantaranya yang mungkin familier ditelinga pembaca adalah Basic, Visual Basic, Pascal, Delphi, C+, Visual C, PHP, Java, dan Python. Kesemua bahasa pemrograman yang tersebut tadi merupakan bahasa pemrograman yang penggunanya harus melakukan pengetikan kode – kode tertentu, sehingga pengguna setidaknya harus menghapal aturan penulisan programnya (syntax).

Bagi pengguna umum yang tidak mempelajari ilmu komputer atau teknik informatika secara khusus, maka hal itu akan terasa sulit dan tidak menyenangkan. Ada cara yang lebih menyenangkan dan lebih asyik dalam belajar pemrograman guna melatih cara berpikir komputasi, yaitu dengan menggunakan Code.org.

Code.org adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memperluas akses ilmu komputer di sekolah – sekolah dan meningkatkan partisipasi perempuan dan kaum muda yang kurang terwakili. Code.org mempunyai visi bahwa setiap peserta didik di setiap sekolah memiliki kesempatan untuk belajar ilmu komputer yang diterapkan ke dalam berbagai bidang, seperti biologi, kimia, atau matematika.

Code.org didonor secara finansial oleh perusahan – perusahaan terkemuka, seperti Microsoft, Amazon, Facebook, Infosys Foundation USA, Google, Cisco, Walt Disney, dan masih banyak lagi. Code.org menyediakan course catalogs (katalog kursus/pembelajaran) yang lengkap dari tingkat dasar (elementary school), menengah pertama (middle school), dan menengah atas (high school).

Kesemuanya disajikan dengan cara yang menarik, bahkan peserta didik terkadang tidak menyadari bahawa mereka sedang diajak berpikir komputasi. Kesemua kursus yang disediakan memerlukan rentang waktu yang cukup panjang untuk menyelesaikannya. Panjangnya rentang waktu tersebut terkadang sulit untuk diselesaikan dengan baik oleh peserta didik, oleh karena itu Code.org juga memberikan kursus yang rentang waktunya sangat pendek, bahkan dinamai Hour of Code (1 Jam meng-kode).

Di dalam Hour of Code disediakan berbagai kursus dalam bentuk seperti permainan yang mengajak untuk berpikir komputasi. Beberapa kursus yang disediakan adalah Star Wars, Frozen, Sports, Flappy Code, Classic Maze, Dance Party, Minecraft, dan banyak lagi lainnya. Terlihat dari judul kursus di atas bahwa kursus yang diberikan sepertihalnya permainan – permainan yang berredar di dunia maya. Dalam kursus tersebut, peserta didik tidak berlaku sebagai pengguna aplikasi permainannya, tetapi justru sebagai pembuat aplikasi permainannya. Disitulah letak kemampuan berpikir komputasi peserta didik diharapkan akan tumbuh dengan baik secara bertahap sesuai dengan tahapan – tahapan pada kursus tersebut.

Untuk menggunakan Code.org ini sangatlah mudah, yaitu dengan cara membuka website www.code.org dan masuk dengan akun Google yang sudah dimiliki. Bahkan jika Guru sudah memiliki Google Classroom, guru dapat mengaitkan Classroom yang sudah dibuatnya ke Code.org.

Demikian pula peserta didik yang sudah tergabung dalam Classroom yang sudah dikaitkan Code.org dapat secara langsung tergabung ke Code.org, peserta didik hanya tinggal masuk ke Code.org dengan akun Google yang tergabung ke Google Classroom. Jika Anda seorang Guru maka ketika masuk ke Code.org pertama kali, pilihlah peran sebagai Teacher (Guru), sedangkan jika Anda seorang peserta didik, maka pilihlah peran sebagai Student (Siswa).

Setelah memasuki Code.org, Anda dapat mulai memilih dan mengikuti kursus yang disediakan oleh Code.org, saya sarankan untuk memilih Hour of Code, kemudian memilih salah satu kursus yang menarik untuk Anda, misalnya Frozen. Setelah memilih salah satu kursus yang ada di Hour of Code, Anda akan menuju jendela kursus tersebut dan diberikan permasalahan secara bertahap, dari tingkat awal sampai akhir yang kesemuanya dilakukan dengan cara menyenangkan bak bermain sebuah permainan daring.

Perlu diingat bahwa meskipun Anda seakan-akan bermain, tapi sebetulnya Anda sedang dilatih untuk menciptakan suatu permainan dan memecahkan suatu permasalahan dengan berpikir komputasi. Selamat bersenang – senang bersama Code.org.

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *