Kemah Budaya SMPN 7 Klaten di Candi Lumbung Ajarkan Kemandirian

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Ada 210 siswa kelas 7 SMPN 7 Klaten telah mengikuti kemah budaya di timur Candi Lambung, Prambanan, Klaten, selama tiga hari, Jumat-Minggu (29-31/3/2049). Agenda ini merupakan program rutin tahunan sekolah yang saat ini dikepalai Dra Sri Suharni MPd.

Dalam kemah budaya ini digelar sejumlah kegiatan, antara lain wide game, lomba memasak, saksikan sendratari Roro Jonggrang, lomba tali temali dan aneka kegiatan lainnya. Gisel, salah satu dewan penggalang (DP), merasa senang bisa melaksanakan tugas dalam kemah budaya ini.

“Dewan Penggalang ada 20 anak kelas 8 dan banyak sukanya manakala mengikuti giat kemah budaya ini. Alhamdulillah, selama tiga hari dua malam, tidak hujan. Kita juga senang bisa saksikan sendratari Roro Jonggrang di kompleks Candi Prambanan indoors. Kemah budaya ini menyenangkan,” kesan Gisel.

Kepada wartawan, salah satu pembina kemah budaya, Ulupi Hapsari Setyowati SPd, menyatakan, dengan kemah budaya ini bisa menumbuhkan semangat kemandirian anggota penggalang atau siswa SMPN 7 Klaten. Selain nilai-nilai kemandirian, juga siswa dilatih kerjasama, kekompakan dan semangat gotong royong.

Kata Ulupi, biasanya kemah budaya digelar saat liburan atau semester genap. Kegiatan kepramukaan ini akan selalu menjadi program menarik dan penuh muatan pendidikan karakter siswa. Sebagai anggota penggalang, harap Ulupi, bisa mengamalkan nilai-nilai dasa dharma pramuka. Semangat cinta NKRI harga mati dan menumbuhkan peduli sesama, juga selalu ditumbuhkan.

Sejumlah guru pembina ikuti upacara penutupan kemah budaya di Candi Lumbung Prambanan.

“Kemah budaya siswa SMPN 7 Klaten ini dibuka Jumat siang (29/3) oleh Kepala Sekolah Dra Sri Suharni MPd dan semua dipesankan tetap bersemangat dalam mengikuti kemah budaya di kompleks Candi Prambanan atau timur Candi Lumbung ini. Di lokasi ini, kemah budaya digelar selama 4 kali dalam 4 tahun ini. Selain dekat sekolah, lokasi kemah juga sejuk dan mendukung agenda kemah budaya,” ujar Ulupi kepada wartawan, Minggu siang (31/3).

Sejumlah guru pembina yang ikut kemah budaya selain Ulupi, ada Sri Murti, Novianti, Nanik Dwi Setyo, Sri Lestari, Dwi Sulistyanti, Jumini, Roro Indah Eka Lestari, Kismadi, Kamsono, Habib dan Sugiyanto. Sekitar pukul 12.30 WIB, peserta kemah budaya mengikuti penutupan.

“Saya sebagai orangtua sangat mendukung kemah budaya ini. Anak saya juga terlihat senang dan salah satu manfaat kemah budaya ini bisa melatih kemandirian anak dan bisa belajar disiplin,” kesan Hartinah saat menyaksikan putranya Lindu Aji, siswa kelas 7C, ikut kemah budaya ini. (Aha)

Caption Foto HL:
Anggota penggalang Gudep SMPN 7 Klaten ikuti upacara penutupan kemah budaya, Minggu siang (31/3). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *