Hadapi Musim Pancaroba, Kadarwati Kerjasama BPBD Jateng Gelar Sosialisasi Rawan Bencana

Spread the love

KLATEN (poskita.co) – Wilayah Kabupaten Klaten termasuk daerah rawan bencana, antara lain banjir, tanah longsor, puting beliung, gempa bumi, terdampak erupsi gunung merapi jika meletus dan lainnya. Bencana yang ada, dijadikan pelajaran bermakna dan tetap diwaspadai.

Masyarakat Klaten tidak menghendaki adanya bencana dan tetap aman saja. Sebagai antisipasi dini, masyarakat perlu belajar atau menimba ilmu tentang kebencanaan. Hal demikian dikatakan Hj Kadarwati SH MH, anggota Komisi E DPRD Propinsi Jawa Tengah yang menggelar reses di pendopo Arjo Dikraman, RT 1/RW 4, Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Klaten, Sabtu siang (27/10/2018).

“Sebagai antisipasi akan segala kemungkinan terjadinya bencana, juga adanya aspirasi warga terkait dua kecamatan langganan bencana angin dan banjir, yaitu Ceper dan Juwiring, maka kita mengundang warga dalam kegiatan identifikasi dan sosialisasi daerah rawan bencana,” ujar Kadarwati.

Dalam kesempatan ini, juga disampaikan pengarahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Jawa Tengah dan Klaten. Dari BPBD Jateng disampaikan Kasi Kesiapsiagaan Wahjoedi Fadjar mewakili Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Sarwa Pramama. Juga ada pengarahan dari Arif Hidayat mewakili Bambang Giyanto (Kalak dari BPBD Klaten).

Juga tampak hadir Hamenang Wajar Ismoyo dan Ir H Tugiman selaku tuan rumah. Keduanya merupakan anggota DPRD Klaten dari Fraksi PDI Perjuangan. Klaten yang sering dilanda bencana tiap musim pancaroba, seperti banjir, angin dan lainnya, harus waspada.

Kata Tugiman, jumlah peserta sosialisasi rawan bencana dalam kemasan reses Kadarwati ini ada 120 orang. Mereka terdiri dari warga di wilayah Kecamatan Ceper yang sering terdampak angin puting beliung dan warga wilayah Kecamatan Juwiring yang menjadi langganan banjir.

Warga di dua kecamatan, Ceper dan Juwiring, antusias dalam mengikuti agenda deteksi daerah rawan bencana ini.

“Sengaja kita hadirkan BPBD Jateng, BPBD Klaten dan Hj Kadarwati dalam acara sosialisasi deteksi daerah rawan bencana. Mereka nantinya menjadi Baguna atau relawan badan penanggulangan bencana di bawah komando PDI Perjuangan,” jelas Tugiman.

Sementara Arif yang berbadan subur dan gemuk itu, mengajak peserta menjaga kelestarian sungai. Termasuk menjaga kebersihan lingkungan rumah, sungai dan sekitarnya. Budaya hidup bersih dan sehat selalu ditekankan dan bisa dilestarikan masyarakat. Seperti sungai yang sering banjir, kata Arif, salah satu penyebabnya karena sampah.

“Kita ajak masyarakat untuk bersihkan sampah di sungai. Jangan biasakan buang sampah di sungai, hal ini merupakan perilaku tidak baik dan merugikan. Kita para relawan ketika ada bencana harus siap bergerak, tanpa bayaran dan hal ini pengabdian kita. Semangat gotong royong harus terus dihidupkan setiap saat,” pesan Arif. (aha)

Caption Foto Atas:
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Hj Kadarwati, sedang memberikan pengarahan di depan 120 peserta sosialisasi daerah rawan bencana di Pendopo Arjo Dikraman Pokak, Ceper, Sabtu siang (27/10/2018). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *