Mahfud MD Bantah Isu Ganti Cawapres

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Isu penggantian cawapres nomor urut 01, dibantah Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD. Apalagi yang menggantikan Basuki Tjahaja Purnomo itu sehingga membuatnya tidak logis. Hal ini dikatakan mantan ketua Mahkamah Konstitusi saat menghadiri Dialog Kebangsaan Seri VI bertajuk “Merawat Harmoni Dan Persatuan” yang diadakan di stasiun Balapan Kota Solo, Jawa Tengah, hari ini, Rabu (20/02/2019).

“Tapi itu masih dikembangkan untuk memanas-manasi orang. Untuk mendulang suara. Penggantian presiden dan wakil presiden syaratnya sama. Tidak boleh menjadi napi atau diancam pidana lima tahun atau lebih,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, selama ini di kalangan masyarakat sudah banyak yang mempercayai kabar tersebut. Tidak mungkin Ma’ruf Amin digantikan oleh Ahok (BTP), karena 60 hari sebelum Pemilu Paslon tidak boleh diganti. Dan ini sudah tinggal 59 hari sekaligus sudah diatur  dengan UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang melarang calon mengundurkan diri.

“Tidak mungkin kyai Ma’ruf Amin akan digantikan oleh Ahok (BTP), karena 60 hari sebelum Pemilu, paslon tidak boleh diganti. Dan ini sudah tinggal 59 hari jadi tidak mungkin Ma’ruf Amin digantikan Ahok,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Alissa Wahid, putri sulung Gus Dur mengatakan pemimpin seperti diibaratkan roket yang meluncur ke bulan. Ditambah sudut tolak dan kanal peral atau lintas menuju bulan, bila melenceng sekian derajat maka entah sampai dimana. Artinya, pemimpin berkomitmen dan berstrategi sebagai pegangangan sekaligus tidak berpikir lima tahunan.

“Pasca debat presiden justru debat para pendukungnya yang masalahnya melebar kemana-mana,” jelasnya.

Tidak hanya itu, para pendukung lebih suka mengungkit emosi masyarakat dengan mempelintir kebencian supaya mendapatkan dukungan. Berbeda halnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan akan memecat guru yang mengajarkan kebencian dengan mempelintir sentimen agama kepada siswa sekolah.

“Alhamdulillah guru-guru di Jawa Tengah pelatih baik mengajarkannya dan budi pekerti masih menjadi pegangan kita mudah-mudahan ini yang bisa mengajarkan kebaikan,”jelasnya. (Agung Santoso)

Caption Foto:
Dialog Kebangsaan Seri VI bertajuk “Merawat Harmoni Dan Persatuan” yang diadakan di stasiun Balapan Kota Solo, Jawa Tengah, hari ini, Rabu (20/02/2019).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *