Soloraya

Nasi Timbel Mang Uha khas Sunda Hadir di Solo Baru

SOLO, POSKITA.co – Kuliner selalu jadi buruan banyak orang, termasuk kuliner khas Sunda.

Masyarakat yang memiliki selera masakan nasi timbel khas Sunda kini ada di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo.

Namanya Nasi Timbel Mang Uha yang berada di sebelah timur Patung Pandawa.

Ciri khas nasi timbel yakni berisi nasi hangat yang dibungkus daun pisang, ditemani lauk, lalapan, sambal, dan sayur asam. 

Cita rasa kesederhanaan khas Sunda tersebut cukup lama dipertahankan bagi pemiliknya.

Namun Rumah Makan Nasi Timbel yang dibawa Mang Uha ke Solo Baru, Grogol dengan sentuhan berbeda yakni menggunakan nasi liwet sebagai sajian utamanya.

Salah satu kerabat Mang Uha yakni Roni, menceritakan perjalanan kuliner tersebut berawal jauh sebelum Nasi Timbel Mang Uha berdiri di Solo Baru.

Sejak kecil di tempat kelahirannya di Sukabumi, Jawa Barat, Mang Uha sudah akrab dengan nasi timbelnya. Dia sudah terbiasa membantu menyiapkan bekal untuk kedua orang tuanya yang bekerja di ladang.

“Tiap pagi Mang Uha membuat nasi timbel, membungkus nasi bersama ibunya, kemudian dibawa ke ladang,” kata Roni dalam sesi wawancara, Rabu (19/8).

Nasib timbel buatan Mang Uha tersebut sebagai bentuk perhatian kepada orang tuanya yang bekerja sejak pagi di sawah atau ladang.

Berbekal pengalaman itu, Mang Uha memutuskan mencoba peruntungan di dunia usaha kuliner.

Dimulai pada 2009, Mang Uha membuka usaha nasi timbel di Jakarta, tepatnya di kawasan Depok. Namun perjalanan bisnis tersebut ternyata tidak selalu mulus. Karena persoalan kerja sama, usaha itu akhirnya harus berhenti.

Alih-alih menyerah, Mang Uha menggunakan masa vakum tersebut untuk memperdalam pengetahuan tentang bisnis, baik soal manajemen operasional, pengelolaan dapur, penataan area persiapan, penggunaan peralatan, hingga pengelolaan keuangan.

Pada kesempatan kedua datang yakni ketika Mang Uha bertemu dengan salah seorang pelanggan lamanya ketika masih berjualan di Jakarta, Teh Nia.

Perempuan asal Sukabumi tersebut kemudian tinggal di Solo bersama suaminya.

Melihat perkembangan Solo Baru yang semakin pesat, Teh Nia menilai kawasan tersebut memiliki peluang besar untuk menghadirkan kuliner khas Sunda. 

Apalagi masyarakat Solo Raya dikenal cukup terbuka terhadap beragam kuliner Nusantara.

Teh Nia pun mendorong Mang Uha untuk kembali membuka usaha. Tidak hanya memberikan dukungan moral, dia juga membantu mencarikan lokasi, mendampingi proses perizinan, memperkenalkan usaha kepada masyarakat, hingga memberikan dukungan permodalan.

Dari situlah Nasi Timbel Mang Uha akhornya bisa hadir di Solo Baru, tepatnya 400 meter di sebelah timur Patung Pandwa

“Nasi timbel Sunda sebenarnya sangat simpel. Awalnya nasi putih dibungkus daun pisang, kemudian lauknya sederhana seperti ikan asin. Di sini kami upgrade menjadi lebih modern,” jelas Roni.

Nasi putih tersebut diganti dengan nasi liwet yang dibungkus daun pisang. Aroma daun pisang yang berpadu dengan nasi liwet menjadi salah satu daya tarik utama.

Dalam satu paket, pelanggan mendapatkan nasi liwet, lauk, lalapan, sambal cibuk, serta sayur asam.

“Kami modernisasi, kolaborasi dengan yang lebih modern. Nasinya nasi liwet, dibungkus daun pisang, kemudian ada ayam goreng, lalapan, sambal cibuk dan sayur asam,” jelasnya.

Kehadiran kuliner khas Sunda tersebut rupanya mendapat sambutan positif dari masyarakat Solo dan sekitarnya.

Sejak awal buka hingga sekarang, antusiasme pelanggan makin banyak untuk mencicipi makanan khas Jawa Barat tersebut. Bahkan pesanan nasi kotak mulai berdatangan dan sejumlah pelanggan telah menjadi langganan.

“Alhamdulillah sangat diterima. Pesanan-pesanan sudah datang, termasuk ada yang pesan nasi kotak. Langganan juga sudah ada,” kata Roni sembari menyampaikan bahwa Nasi Timbel Mang Uha buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB. (**)

Tanto