Nongkrong Keren Bahas Medsos di Pasar Gede Solo

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Sebuah acara bertitel “Nongkrong Keren” yang dihadiri para pegiat media sosial di Kota Solo berlangsung hangat di Wedangan Cendono Wangi, Pasar Gede Solo, Senin (19/11/2018) malam.

Karena bertepatan dengan momentum menjelang Pileg dan Pilpres 2019, maka tema yang diusung tak jauh-jauh dari urusan politik.

Dua narasumber ditampilkan, pada acara bertema “Pengaruh Media Sosial Terhadap Dinamika Sosial – Politik di Indonesia” ini, masing-masing Giri Lumakto dan Blonthank Poer (Purwoko).

Sementara puluhan wartawan ikut serta menjadi partisipan dalam acara ini. Ikut hadir juga pegiat dari Masyarakat Anti Hoax Surakarta dan pegiat LSM.

Menurut Giri Lumakto, saat ini media sosial terutama Facebook sudah menjadi semacam Google karena banyaknya pemakai.

“Ada segregasi di media sosial, seperti orang orang tua itu cenderung suka Facebook. Yang terjadi adalah adanya gap antara generasi milenial dengan orang-orang tua. Intinya, kita coba ikut nimbrung dengan memfolow, agar bisa memantau info-info yang negatif,” ujar Giri,  menanggapi penanya tentang orang-orang tua yang dengan mudahnya menshare berita hoax.

Sementara, Blonthanx Poer menyebut, tentang apa yang bisa dilakukan untuk mencegah berita-berita hoax yang muncul di group-group pertemanan maupun keluarga.

“Saya masih tidak yakin, berita negatif mempengaruhi pola pikir masyarakat. Sekarang tanggung jawab kita, yaitu jangan sampai mempercayai sepenuhnya apa-apa yang ada di media sosial,” tutur Poer, yang dikenal sebagai blogger aktif.

Bagaimana caranya, meredam konflik di media sosial, padahal saat ketemu di dunia nyata baik-baik saja.

Menurut Poer, forum tatap muka harus menjadi solusi. Bagi Poer, media sosial hanya alat bagi orang, ketika dalam forum tidak berani omong,  saat di media sosial dia lantang sekali. Saat ini banyak situs-situs web yang berkonten agama.  Fenemona religiusitas di kelas menengah meningkat tajam. Dan situs agama banyak di cari.

Sedangkan Giri Lumakto berpendapat, kultur bangsa ini sudah terbangun dengan saling tepo sliro dan menghargai, keadaan ini sudah terbangun oleh para founding father kita saat mendirikan Indonesia. Maka menurutnya, politik identitas yang saat ini muncul itu tidak sehat bagi demokrasi bangsa ini. (Udi H. Djamil)

Caption Foto:
Suasana Nongkrong Keren, bareng Blonthanx Poer dan Giri Lumakto (pegang mic) di Wedangan Cendono Wangi, Pasar Gede Solo, Senin (19/11/2018). Bertema, Pengaruh Media Sosial Terhadap Dinamika Sosial Politik di Indonesia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *