Inspektorat Klaten Kolaborasi bersama PGM Klaten Cegah Dini Korupsi Lewat Pendidikan, Intens Sosialisasi Pariwara Anti Korupsi
KLATEN, POSKITA.co – Penuh rasa syukur, Kepala Inspektorat Kabupaten Klaten Agus Suprapto, SSos MSi, mengucapkan selamat dan sukses kepada para guru yang tergabung dalam Pusat Pelatihan Guru Menulis (PGM) Klaten. Ada apa?
Inspektorat Kabupaten Klaten telah berkolaborasi dengan PGM Klaten dengan menggelar bedah buku dan sosialisasi pariwara anti korupsi di aula Kantor Inspektorat Klaten, Kamis (17/7/2026) pagi. Termasuk hadir memberikan argumentasinya dalam bedah buku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten Prof. Dr. Dwi Bambang Putut Setiyadi, M.Hum.
“Perlu kami sampaikan, korupsi itu merupakan kejahatan yang luar biasa. Maka strateginya pencegahan korupsi itu pun juga harus dilakukan dengan luar biasa. Jadi korupsi itu bukan hanya persoalan hukum saja, tetapi juga persoalan karakter dan integritas,” ungkap Agus Suprapto mantap.
Nah, salah satu hal berbicara soal karakter dan integritas, itu ada kaitannya dengan peran atau kiprah para guru dalam pendidikan. Ada salah satu syair lagu, kata Agus, yaitu kita bisa pandai dibimbing Pak Guru, kita jadi pintar dibimbing Bu Guru.
Guru diharapkan bisa menanamkan karakter dan moral siswa di sekolah. Selain itu, guru bisa mencetak siswa yang memiliki kedisiplinan dalam belajar. Dan salah satu pencegahan korupsi dilakukan sejak dini diawali dari pendidikan karakter kepada siswa.
Sementara itu, Drs. Much Shidiq, MPd yang tak lain Ketua PGM Klaten mengatakan, dalam kegiatan ini ada bedah buku yang berjudul Guru Menulis Deep Learning Mengalir, Gairah Mengajarku, serta Tips dan Trik Menulis di Kompasiana.
“PGM Klaten ini berisi para fasilitator, guru SD dan SMP hingga pengawas SMK. PGM Klaten merupakan wadah bagi para guru untuk membangkitkan semangat literasi terutama dari kalangan pendidik. Dan hadirnya PGM Klaten ini sudah berjalan selama enam bulan dan saat ini ada 87 guru yang aktif menulis,” jelas Shidiq yang juga Guru di SMPN 6 Klaten.
Shidiq menjelaskan tiga buku yang diluncurkan pagi itu merupakan karya dari para guru. Dua karya merupakan antologi atau kumpulan karya tulis dan satu buku karya Shidiq. Proses penggarapan ketiga buku itu membutuhkan waktu antara tiga hingga empat bulan.
Terkait pencegahan korupsi, Shidiq mengaku sangat mendukung dan ke depannya akan dibuat buku-buku berisi ajakan kepada masyarakat terkait cegah dini korupsi. Dan rencana tanggal 27 Agustus 2026 mendatang akan diluncurkan sebuah buku berisi “Cinta Bangga Paham Rupiah” di SMPN 2 Delanggu.
“PGM Klaten tetap berkomitmen ikut berkontribusi dalam upaya mendukung pemerintah, dalam hal ini Inspektorat Kabupaten Klaten dalam gerakan pencegahan dini tindak korupsi. Salah satunya membuat atau menerbitkan buku-buku ajakan kepada masyarakat, termasuk siswa bisa berkarakter dan punya tanggungjawab menjadi generasi bangsa yang hebat berkarakter,” ungkap Much Shidiq.

Dekan Fakultas FKIP Unwidha Klaten, Prof Bambang Putut Setiyadi, mengapresiasi gerakan para guru menjadi penulis kreatif. Dia berharap gerakan itu bisa ditularkan kepada siswa untuk membudayakan literasi atau gemar membaca buku atau wawasan informasi di media sosial.
Dalam acara ini hadir perwakilan Kantor Arsip dan Perpustakaan Klaten, pengawas SMA/SMK, kepala sekolah/guru dari perwakilan TK/SD dan SMP, kalangan wartawan, serta unsur lainnya. Bedah buku dan sosialisasi pariwara anti korupsi ini suasananya nyaman dan diharapkan ada tindak lanjut yang berarti.
Dengan semangat kerjasama, Kantor Inspektorat Kabupaten Klaten akan menggiatkan atau intensifkan kegiatan sosialisasi pariwara anti korupsi ke berbagai lembaga, termasuk Dinas Pendidikan, Kepala Desa, dan instansi lainnya. Sosialisasi pariwara anti korupsi ini, jelas Agus Suprapto, sudah menjadi tugas Inspektorat. Menurutnya, gerakan cegah dini korupsi itu, adalah lebih baik daripada menangani kasus korupsi. (Hakim)

