Tradisi Memet Ikan Diserbu Ribuan Warga, Ada 1 Warga Meninggal Dunia Asal Bayat Saat Berebut Ikan
Keterangan Foto: Ribuan warga berebut ikan di tradisi memet ikan di Sendang Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Minggu (19/7/2026) pagi.
KLATEN, POSKITA.co – Tradisi Memet Ikan berlangsung meriah di Sendang Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Minggu (19/7/2026) pagi. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, SIKom hadir bersama jajarannya.
Camat Kalikotes Kliwon Yoso, AP bersama Pj. Kades Gemblegan Kumpul Hartadi, SE, perangkat Desa Gemblegan, Kapolsek Kebonarum Iptu Sumadi, Kepala SMPN 1 Kalikotes Anik Ariastuti, SPd MPd, Ketua Paguyuban Kades Kalikotes Ponidi, SM, senang hati menyambut kedatangan Bupati Hamenang bersama Ibundanya Hj. Kadarwati, SH MH (anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah).
Dalam acara memet ikan, ada seorang warga asal Beluk Bayat yang meninggal dunia saat masuk ke sendang yang diduga karena memiliki riwayat hipertensi. Korban langsung dibawa ke rumah duka oleh Pj. Kades Gemblegan Kumpul Hartadi, Kapolsek Kalikotes Iptu Sumadi, Kepala Puskesmas Kalikotes dr. Alfiana Choiriyani Udin, anggota TNI dan relawan.
“Keluarga mengakui kalau almarhum memiliki riwayat hipertensi dan tidak meminta otopsi. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini dan menandatangani berita acara penerimaan jenazah bahwa almarhum meninggal dunia disebabkan riwayat hipertensi saat ikut rebutan ikan atau memet ikan di Sendang Gemblegan,”
Agenda tradisi Memet Ikan ini juga dalam rangka Hari Jadi ke-222 Klaten. Sebanyak 2 ton ikan ditebar dan diperebutkan secara gratis, sementara 10 ikan maskot disiapkan dengan hadiah menarik, seperti setrika, kipas angin, sepeda hingga mesin cuci.
Ketua Panitia Festival Memet Ikan 2026, Niko Joko Pramono mengatakan kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan ke-12 dan kini telah menjadi agenda rutin dalam rangkaian Hari Jadi Klaten. Jajaran Pemdes Gemblegan juga nyengkuyung suksesnya acara yang didambakan masyarakat setiap tahun digelar ini.

“Ini merupakan agenda memet ikan yang ke-12. Memet ikan ini sekarang menjadi agenda rutin mengikuti Hari Jadi Klaten. Luar biasa warga yang dating tak hanya dari Gemblegan saja, akan tetapi lintas kecamatan,” jelas Niko.
Dari pantauan redakdi, sekitar pukul 06.30 WIB, peserta mulai berdatangan menuju lokasi. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan, melainkan telah mempersiapkan diri untuk berburu ikan di kolam dengan membawa jala atau jaring khusus masuk ke sendang yang dalamnya sekitar 1 meteran.
Beragam alat tangkap dibawa peserta. Mulai dari serok, jaring berukuran kecil, jaring persegi berukuran besar, hingga jaring rakitan yang lebarnya hampir seukuran tubuh orang dewasa. Tak sedikit pula yang membawa karung, kantong plastik, dan ember untuk mengangkut hasil tangkapan.
Tanpa aba-aba dimulai, ribuan peserta serentak turun ke kolam. Air yang semula tenang berubah keruh akibat ribuan kaki yang saling berebut mengejar ikan bawal, nila, lele, dan mujair yang baru saja ditebarkan panitia sekitar 4-5 hari lalu. (Hakim)

