Klaten

DPC APTI Klaten Gelar Halal Bihalal, Harapkan Petani Tembakau Semakin Sejahtera

Keterangan Foto: Hj. Kadarwati, SH MH bersama pengurus DPC APTI Klaten berikan paket sembako untuk petani.

KLATEN, POSKITA.co – Tampak Hj. Kadarwati, SH MH, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan, mengadakan pertemuan halal bihalal bersama Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Klaten di gedung Pandawa Desa Jatipuro, Trucuk, Klaten, Rabu (8/4/2026) sore.

Dengan penuh kekeluargaan, Hj. Kadarwati didampingi sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tembakau (DPC APTI) Kabupaten Klaten hadir di acara yang diisi dengan ikrar halal bihalal, pembagian sembako bagi peserta yang hadir dan pengajian bersama dalang Ki Tri Harni Sugondo dari Gombang, Cawas.

Hadir pada acara tersebut antara lain Sekretaris DPD APTI Jawa Tengah Teguh Sambodo alias Nanang (mewakili Ketua DPD APTI Provinsi Jawa Tengah), Kepala Desa Bero Suranto, SSi, Kades Jatipuro Trucuk Tulus Nugroho, Kades Wonosari Mulyanto, dan puluhan petani tembakau dari desa Jatipuro dan sekitarnya.

Kepada redaksi, Nanang yang juga pengurus APTI Boyolali, meminta segenap pengurus dan anggota APTI Klaten tetap satu komando dan berkoordinasi terkait program yang ada. Pada intinya, petani tembakau yang selama ini dikenal sebagai petani yang ulet, tangguh dan penuh kerja keras, jangan sampai lengah menghadapi pergantian musim.

“Kalau di Klaten ini memang masih eksis petani tembakau jenis gantangan dan asepan. Kalau tembakau rajangan memang agak susah. Setidaknya kalau saat musim panen, hasil penjualan tembakau ke mitra petani bisa ditabung. Jangan justru berlomba-lomba untuk memikirkan kebutuhan konsumtif,” jelas Nanang.

Selain itu, di acara halal bihalal keluarga besar APTI Klaten ini, Nanang atas nama pengurus DPD APTI Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas Kerjasama selama ini dan terpenting saling memaafkan. Jika selama setahun ini ada salah dan khilaf secara pribadi dan atau organisasi DPD APTI Jawa Tengah, hendaknya dimaafkan.

Hal senada juga dikatakan Hj. Kadarwati, bahwa memaafkan itu tak harus menunggu saat berlebaran. Kalau ada salah kata, salah tingkah laku dan lainnya, baik disengaja atau tidak, Kadarwati memohon maaf yang sedalam-dalamnya. Perjuangan petani tembakau belum selesai, maka anggota Komisi B DPRD Jateng ini mengajak para petani tetap satu komando.

“Termasuk kita sikap adanya kebijakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT Jawa Tengah yang belum optimal dalam mendukung kesejahteraan petani tembakau. Selama ini, DBHCHT memang sangat membantu peningkatan kesejahteraan para petani tembakau. Secara riil di lapangan, masih banyak petani dan buruh tembakau belum merasakan nikmatnya DBHCHT,” ungkapnya.

Kades Bero Suranto yang juga pengurus APTI Klaten mengatakan, untuk jumlah atau nilai DBHCHT memang besar. Dari hasil informasi di kalangan para petani tembakau, masih banyak petani dan buruh tembakau yang terpihaki DBHCHT. Dan harapannya, untuk regulasi pemihakan secara teknis kepada para petani tembakau ke depannya bisa diwujudkan.

“Kita selama ini bersama DPC APTI Klaten tetap berjuang agar para petani tembakau, juga para buruh tembakau bisa terpihaki adanya DBHCHT. Adanya petani dan buruh tembakau ini juga berperan dalam peningkatan pendapatan negara. Kami atas nama DPC APTI Klaten mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, kita kembali fitri, bersih dan ke depannya para petani tembakau semakin sejahtera,” harap Suranto. (Hakim)