Klaten

Hj. Kadarwati DPRD Jateng Saksikan Siswa SMPN 2 Gantiwarno Praktek Alat Perangkap Tikus

Keterangan Foto: Hj. Kadarwati, SH MH anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah didampingi Kepala SMPN 2 Gantiwarno Yenni Puspandari saksikan alat perangkap hama tikus inovasi siswa Esperoga 2026.

KLATEN, POSKITA.co – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Kadarwati, SH MH dengan suka cita melangkah memasuki halaman sekolah SMPN 2 Gantiwarno, Klaten, Kamis (11/6/2026) pagi. Sejumlah siswa yang sedang duduk di teras sekolah bersama para guru menyalami Kadarwati yang selama ini rajin turun ke masyarakat.

Kepala SMPN 2 Gantiwarno Yenni Puspandari, SPdSi MPd juga turut menyambut dengan senang hati kedatangan Ibunda Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo ke sekolah yang saat ini sedang getol atau giat dalam mempersiapkan sekolah menuju Adiwiyata Nasional 2026. Kebetulan kedatangan Kadarwati ini sudah diketahui jauh hari dan sekolah sudah siap setiap saat jika jadi dating mengunjungi sekolah.

Saat ditanya redaksi, Kadarwati mengaku mendengar lewat media social kalau SMPN 2 Gantiwarno atau Esperoga sedang berjuga menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2026. Apalagi juga ada siswanya dibantu para guru telah menemukan alat perangkap hama tikus dengan menggunakan media aki sepeda motor atau aki mobil.

“Kebetulan kami bertugas di Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah yang membidangi sektor perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Untuk Ruang lingkup tugasnya meliputi perindustrian, perdagangan, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, pariwisata, ketahanan pangan, penanaman modal, serta koperasi dan UKM,” jelas Kadarwati.

Terkait datang dan bertemu guru serta siswa, dalam kaitan informasi inovasi bidang pertanian yang ditemukan siswa SMPN 2 Gantiwarno dengan alar perangkap tikus. Dikabarkan ada 4 siswa Esperoga telah meraih Juara IV Kategori SMP/MTs Lomba Krenova 2026. Siswa tersebut adalah Bianca Aqeela Aurelia, Iqbal Muhammad Yasin, Rehan Adi Pratama dan Elisabeth Donna Aulia Calista.

Kadarwati mengaku senang dengan informasi ini dan alat perangkat hama tikus ini perlu dikembangkan dalam skala besar. Karena dari hasil inovasi siswa ini hanya sebatas alat kecil dan kalau diimplementasikan secara nyata di persawahan atau lahan pertanian, perlu anggaran yang besar tentunya.

Empat siswa Esperoga tersebut meraih juara IV yanhg diadakan Bapperida Klaten dalam bidang Energi, Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kesehatan, Obat-obatan dan Kosmetika, Rekayasa Teknologi dan Manufaktur, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dan prestasi ini bisa dipertahankan dan dikembangkan dalam menuju Sekolah Adiwiyata Nasional.

“Saat ini di sejumlah Kabupaten di Jawa Tengah, masih banyak serangan hama tikus. Dan berbagai cara dilakukan para petani dalam penanganan serangan hama tikus. Termasuk di Klaten ini ada yang menerapkan system gropyokan tikus, ada system emposan di lubang tikus tapi kurang akurat, ada yang memakai jasa burung hantu atau manuk ceguk dan lainnya,” jelas Kadarwati yang tinggal di Jatipuro, Trucuk.

Hj. Kadarwati, SH MH, Ibunda Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo foto bersama kepala sekolah, guru dan siswa sebelum melanjutkan perjalanan.

Kepala SMPN 2 Gantiwarno Yenni Puspandari menyatakan bersyukur bisa kedatangan wakil rakyat di DPRD Provinsi Jawa Tengah yang tak lain Ibunda Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Yenni mengaku kalau di sekitar sekolah yang masuk Desa Muruh, Kecamatan Gantiwarno ini memang banyak persawahan.

“Adanya laporan para petani yang resah dengan serangan hama tikus, akhirnya anak-anak dalam lomba Krenova 2026 menampilkan alat perangkap hama tikus di sawah. Kalau alat perangkap hama tikus dengan system kejut aliran elektrik tegangan kecil diterapkan, setidaknya bisa membantu program ketahanan pangan. Hasil pertanian tetap aman dari serangan hama tikus. Alat perangkap tikus ini jika tersentuh manusia tetap aman, kalau tersengat tidak pingsan, hanya getaran kecil saja,” jelas Yenni.

Terkait menuju Sekolah Adiwiyata Nasional 2026, Kadarwati berpesan agar prilaku guru dan siswa saling mendukung mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, asri, indah dan nyaman. Kalau setiap hari siswa rajin bersih-bersih ruang kelas, lingkungan sekolah dengan cara dijadwal, akan ciptakan suasana sekolah yang nyaman pula. Kata Kadarwati, kalau sekolah bersih, sehat, siswa juga semangat belajar meraih mimpi. (Hakim)