Tanamkan Nilai-nilai Pancasila Sejak Dini

Spread the love


Oleh : Sri Suprapti, Sie Publikasi SMP Negeri 8 Surakarta
Tema Hari Kesaktian Pancasila 2022 sudah dirilis oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud RI). Seperti diketahui, Hari Kesaktian Pancasila tahun ini diperingati pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Upacara bendera merah putih pun akan dilaksanakan guna memperingati hari nasional tersebut. Dilansir situs Kemdikbud, tema Hari Kesaktian Pancasila 2022 adalah “Bangkit Bergerak Bersama Pancasila”. Tema tersebut juga menjadi slogan acara saat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila nanti, yaitu pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. pada hari ini Sabtu tanggal 1 Oktober 2022 menjadi Pembina Upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila. Peserta yang hadir dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2022 ini dikenakan aturan berpakaian yang sudah ditetapkan Kepala Sekolah. Aturan tersebut adalah : Bersama Peserta Didik kelas 7, 8, dan 9 berseragam OSIS dan Bapak Ibu Guru Karyawan/Karyawati SMP Negeri 8 Surakarta menggunakan seragam KORPRI lengkap, bertempat di halaman sekolah pada pukul 07.30 sampai pukul 09.00 WIB.
Dalam sambutannya Kerpala Sekolah menyampaikan bahwa Nilai-nilai Pancasila perlu diajarkan dan ditanamkan sejak dini. Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. mengatakan Pancasila sebagai dasar negara harus dipegang teguh oleh setiap warga Indonesia, bahkan sejak mereka masih kecil. Untuk mengenalkan bukan hal yang mudah, butuh strategi khusus agar nilai-nilai tersebut sampai kepada anak.
Selanjutnya Kepala Sekolah, Triad Suparman, M.Pd. menyampaikan sambutan dari Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Sambutan tersebut adalah sebagai berikut : Merupakan sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bagi kita semua, bagaimana pada tahun ini Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa kita mampu pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Indonesia memperkenalkan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas bangsa Indonesia, seperti gotong royong, Bhinneka Tunggal Ika, serta Pancasila.
Keunggulan kita dipanggung global adalah hasil dari gerakan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya yang terus kita dorong dan kuatkan bersama.
Dengan terobosan Kurikulum Merdeka yang mengedepankan pembelajaran berbasis projek, termasuk projek penguatan profil Pelajar Pancasila, anak-anak Indonesia didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Selain itu juga untuk para semniman dan budayawan semakin tergerak untuk berkarya dalam semangat gotong royong dengan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Ruang ekspresi dan apresiasi semakin terbuka lebar dengan menguatnya komunitas, serta lembaga dan organisasi seni dan budaya.
Saktinya Pancasila terletak pada bagaimana kita menjadikan nilai-nilai di dalamnya sebagai petunjuk dan tujuan hidup kita sehari-hari sebagai bangsa Indonesia.
Kita perlu bergotong royong untuk mewujudkan satuan pendidikan dan ruang-ruang kebudayaan yang aman dan nyaman, yang mengedepankan nilai-nilai inklusivitas, toleransi, serta bebas dari kekerasan. Saktinya Pancasila terletak pada komitmen bersama kita mewujudkan kemerdekaan yang sebenar-benarnya merdeka bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk belajar dan untuk berkarya.
Kemendikbudristek telah berkomitmen untuk terus menghadirkan transformasi yang selalu sejalan dengan pesan Bung Karno dalam pidato Lahirnya Pancasila. Yakni bahwa di atas kelima dasar Pancasila kita mendirikan negara Indonesia; kekal dan abadi.Untuk itu, di atas kelima dasar Pancasila, mari kita terus bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya, membawa Indonesia melompat ke masa depan.
Upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila di SMP Negeri 8 Surakarta, berjalan dengan lancar dan tertib. Maka pada kesempatan ini Triad Suparman, M.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 8 Surakarta menyampaikan harapan agar para peserta didik menjauhkan dan menghilangkan sifat destruktif. Hal ini, didasarkan sifat generasi muda yang mudah terprovokasi, terintimidasi, dan tidak menggunakan olah pikir dan olah rasa sehingga dikhawatirkan generasi muda memiliki sifat destruktif yang akan membahayakan dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, Negara, dan Agama.