Mengenang Putut Gunawan, Politikus PDI Perjuangan yang Berpulang

Spread the love

Solo, (poskita.co) – Kepergian Putut Gunawan, politikus PDI Perjuangan Kota Surakarta, meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang, terutama mereka yang sama-sama berkiprah di dunia politik. Banyak kesan baik yang selalu diingat semasa beliau ada.

Seperti diketahui, Putut Gunawan meninggal dunia pada Sabtu (22/1) di RS. Muwardi Solo, karena sakit. Sempat disemayamkan di Gedung DPRD Solo, pada Minggu (23/1), sebelum dimakamkan di peristirahatan terakhir di TPU Untoroloyo, Jebres, Solo.

Banyak yang merasa kehilangan sosok politikus yang teguh dalam prinsip, kritis, dan punya dedikasi tinggi. Bahkan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang hadir memberi penghormatan terakhir di gedung dewan, menyatakan rasa kehilangan yang mendalam. Menurut Walikota Gibran, almarhum adalah sosok yang telah berjasa dan berkontribusi besar kepada kota Solo. Telah banyak berjuang dan membantu masyarakat.

“Kami tak akan melupakan jasa-jasa almarhum selama bertugas sebagai wakil rakyat,” ujar Walikota Gibran.

Rasa kehilangan juga diungkapkan Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo kepada wartawan, di sela acara penghormatan terakhir almarhum, saat sejenak disemayamkan di gedung dewan. Legilatif dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa almarhum Putut adalah guru baginya, meski kiprahnya di legislatif lebih banyak yaitu tiga periode. Sedangkan almarhum Putut menjabat dua periode.
“Almarhum guru bagi saya, saudara, sekaligus teman bertukar pikiran yang mumpuni,” papar Budi.

Budi menambahkan, Selama berkecimpung sebagai politisi dan anggota dewan, sosok almarhum telah banyak memberikan sumbangsih, baik pemikiran, aspirasi dan ide-ide yang mewarnai keputusan mau pun pengambilan kebijakan yang dilakukan kalangan legislatif.

Teman sejawat almarhum, YF. Sukasno yang menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Solo, juga mengaku kehilangan. Kepergian Ketua Komisi IV meninggalkan duka mendalam bagi para koleganya. Termasuk dirinya yang pernah sama-sama berjuang karena pernah dua kali didapuk bergabung dalam Tim Pemenangan Pemilihan Walikota. Almarhum sebagai ketua, dan YF. Sukasno sebagai wakil ketua.

“Sebagai teman satu tim, bertahun-tahun kami kerja bersama, saya jadi tahu betul karakter almarhum. Kuat dalam memegang prinsip dan komitmen,” ujar Sukasno.

Sukasno menambahkan, almarhum juga punya segudang pengalaman di banyak tempat dan organisasi. Karena pengalamannya itu, almarhum dikenal memiliki strategi yang jitu. Selain pernah menjadi wartawan senior, almarhum pernah berkiprah di beberapa non government organization. Dua dunia yang pernah digelutinya itu, yang menempanya menjadi pribadi tangguh.

Rasa salut diutarakan baik Budi mau pun Sukasno, terhadap etos kerja dan pengabdian Putut yang tak putus melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan padanya, meski diketahui, kondisi kesehatan almarhum menurun beberapa waktu terakhir.

Almarhum Putut Gunawan meninggal dalam usia 58 tahun, meninggalkan seorang istri, dan satu orang putra. (endang paryanti)