Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar Anak Usia Dini di Masa Pandemi

Spread the love

Oleh: Lenny Nurtirani, S.Pd AUD
Guru Kelompok A, TK Kristen Immanuel Karanganyar

Peran guru sebagai fasilitator dalam pelaksanaan pendidikan untuk anak usia dini harus mampu memberikan kemudahan kepada anak untuk mempelajari berbagai hal yang terdapat dalam lingkungannya., apalagi di masa Pandemi Covid-19 pembelajaran kegiatan anak dilakukan di rumah melalui pembelajaran daring.
Guru memberikan materi pembelajaran yang di sampaikan lewat video melalui Whatshap, Google Meet, Zoom dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagi media pembelajaran. Bahan ataupun benda-benda yang ada di sekitar rumah bisa dipakai sebagai kegiatan anak baik benda hidup atau benda mati. Guru harus pandai dan kreatif menyesuaikan tema yang ada dengan lingkungan sekitar anak.
Seperti kita ketahui bahwa anak usia dini memiliki rasa ingin tahu dan sikap antusias yang kuat terhadap segala sesuatu serta memIliki sikap berpetualang serta minat yang kuat untuk mengobservasi lingkungan. Ia memiliki sikap petualang yang kuat dan merupakan pengalaman yang positif untuk mengembangkan minat keilmuan anak usia dini.
Pengertian Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) lingkungan diartikan sebagai bulatan yang melingkungi (melingkari).
Sebagai makhluk hidup, anak selain berinteraksi dengan orang atau manusia lain juga berinteraksi dengan sejumlah makhluk hidup lainnya dan benda-benda mati. Makhluk hidup tersebut antara lain adalah berbagai tumbuhan dan hewan, sedangkan benda-benda mati antara lain udara, air, dan tanah.
Nilai-Nilai Lingkungan sebagai Sumber Belajar
Lingkungan menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari anak kebenarannya lebih akurat, sebab anak dapat mengalami secara langsung dan dapat mengoptimalkan potensi panca inderanya untuk berkomunikasi dengan lingkungan tersebut. Penggunaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna (meaningfull learning), memenuhi prinsip kekonkritan dalam belajar sebagai salah satu prinsip pendidikan anak usia dini. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar akan mendorong pada penghayatan nilai-nilai atau aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya. Kesadaran akan pentingnya lingkungan dalam kehidupan bisa mulai ditanamkan pada anak sejak dini, sehingga setelah mereka dewasa kesadaran tersebut bisa tetap terpelihara, misalnya sopan santun kepada orangtua, mengucapkan terima kasih, meminta maaf bila melakukan kesalahan, mengajak anak untuk terlibat memasak makanan, menanam tanaman dan memelihara tanaman.
Pemanfaatan lingkungan menumbuhkan aktivitas dan kreatifitas belajar anak (learning activities) yang lebih meningkat. Misalnya menggunakan bahan bekas untuk kegiatan pembelajaran.
Manfaat lingkungan sebagaai sumber belajar
Perkembangan Fisik
Lingkungan sangat berperan dalam merangsang pertumbuhan fisik anak, untuk mengembangkan otot-ototnya. Anak memiliki kesempatan yang alami untuk berlari-lari, melompat, memanjat pohon tertentu, berayun-ayun, merangkak dan kegiatan fisik lainnya.
Perkembangan aspek keterampilan sosial
Lingkungan secara alami mendorong anak untuk berinteraksi dengan orang lain bahkan dengan orang-orang dewasa., ketika berinteraksi dengan anggota keluarga belajar menghargai perbedaan dan pendapat.
Perkembangan aspek emosi
Lingkungan pada umumnya memberikan tantangan untuk dilalui oleh anak-anak. Pemanfaatannya akan memungkinkan anak untuk mengembangkan rasa percaya diri yang positif, mandiri, kreatip.
Perkembangan Kognitif
Anak-anak belajar melalui interaksi langsung dengan benda-benda atau ide-ide. Lingkungan menawarkan kesempatan untuk menguatkan kembali konsep-konsep seperti warna, angka, bentuk dan ukuran secara nyata apa yang ada di lingkungan sekitar rumah.
Jenis-Jenis Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
1.Lingkungan alam
Lingkungan alam atau lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah, seperti sumber daya alam (air, hutan, tanah, batu-batuan), tumbuh-tumbuhan dan hewan (flora dan fauna), sungai, iklim, suhu, dan sebagainya.
Lingkungan alam sifatnya relatif menetap, oleh karena itu jenis lingkungan ini akan lebih mudah dikenal dan dipelajari oleh anak. Sesuai dengan kemampuannya, anak dapat mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dan dialami dalam kehidupan sehari-hari.(Misalnya : menanam kacang hijau yang dimasukkan kedalam wadah berisi air dan kapas, anak dapat mengamati dan melihat secara langsung proses pertumbuhannya.), juga anak bisa turut berpartisipasi untuk menjaga dan memelihara lingkungan alam dan nantinya anak akan belajar mmemelihara alam dan mencintai alam
2.Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga adalah lingkungan yang paling dekat dengan anak, tempat berinteraksi dan berkomunikasi mendapat kasih sayang dan perhatian dan pengasuhan.
3.Lingkungan Sosial
Lingkungan yang ada di sekitar anak yaitu ayah, ibu adik, kakak dan anggota keluarga lainnya, tetangga , dan kerabat. Mengenal kebiasaan, aturan di ruma, disiplin dan bertanggungjawab
4.Lingkungan budaya
Lingkungan budaya atau buatan yakni lingkungan yang sengaja diciptakan atau dibangun manusia untuk tujuan-tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya : kesenian, tari, alat musik, makanan tradisonal
Lingkungan menyediakan sumber belajar yang sangat beragam dan banyak pilihan. Pengenalan terhadap lingkungan di sekitarnya merupakan pengalaman yang positif untuk mengembangkan minat keilmuan anak usia dini dengan memaksimalkan potensi anak sehingga anak tetap kreatif walau di masa pandemi. Peran orangtua sangat penting dalam proses pembelajaran di rumah, mendampingi dan memastikan bahwa anak tetap belajar walaupun di rumah dan bekerjasama dengan guru sehingga kolaborasi keduanya menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak . Lingkungan di sekitar rumah sebagai sumber belajar yang kaya akan manfaat dan kelak dapat dipergunakan mempersiapkan masa depan anak dengan tetap memperhatikan lingkungan yang ada di sekitarnya. **

Editor: Cosmas