Pendekatan STEAM Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Anak

Spread the love

oleh: Sri Murwani, S.Pd.AUD
Guru Kelas Kelompok A TK Aisyiyah Manggis Lalung, Karanganyar

Golden age adalah sebutan untuk anak usia dini karena fisik dan motorik anak berkembang dengan cepat, baik perkembangan emosional anak, bahasa anak, maupun intelektual anak. Masa kanak-kanak adalah masa di mana anak akan meniru apapun yang dilakukan orang di sekitarnya, oleh karena itu kita sebagai orang tua maupun guru untuk dapat mencontohkan hal-hal yang baik agar nantinya anak berkembang dengan optimal. Pada masa ini proses perkembangan anak mengalami peningkatan yang signifikan dalam segala aspek, sehingga proses pembelajaran yang diberikan pada anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak.
Pembelajaran adalah usaha yang dilakukan guru untuk mendidik dan memberikan fasilitas kepada anak supaya mereka membangun pengetahuannya sendiri sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan (Jamil Suprihatiningrum, 2014). Pembelajaran pada anak usia dini sebenarnya sudah terlaksana di masyarakat tetapi tanpa didasari dengan ilmu tentang PAUD yaitu pembelajaran yang menyenangkan melalui bermain dengan tujuan mengoptimalkan semua aspek potensi perkembangan. Agar tujuan dapat dicapai dengan baik maka anak perlu diberi pendidikan yang tepat dan sesuai dengan perkembangannya dengan memperluas lingkungan bermain untuk belajar (Novan Ardy Wiyani, 2014).
Salah faktor yang berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar adalah pemilihan pendekatan atau metode pembelajaran. Jika guru kurang inovatif dalam menggunakan pendekatan yang tepat dalam mengajar, maka anak akan kesulitan dalam menerima dan memahami materi pelajaran yang disampaikan guru. Penggunaan pendekatan yang monoton dalam mengajar akan menyebabkan anak cepat jenuh dan kurang meningkatkan kemampuan anak. Banyak pendekatan yang dapat diterapkan guru dalam program pembelajaran anak usia dini. Oleh karena itu guru sebaiknya mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang dipilih agar anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang nyata dan bermanfaat bagi diri mereka sendiri dengan tetap memperhatikan semua tahapan perkembangan anak.
Guru harus memperhatikan akomodasi menyeluruh terhadap prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran yaitu berpusat pada anak. Guru dalam mengajar harus memahami karakter anak, karena setiap anak memiliki karakter atau ciri masing-masing, serta gaya belajar yang berbeda-beda. Kegiatan belajar yang dilakukan guru harus menekankan pada keaktifan anak, supaya proses belajar dapat menyenangkan dan mudah diterima oleh anak. Guru harus memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan apa yang dipelajarinya, hingga mereka memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman yang nyata.
Berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru di TK Aisyiyah Manggis Lalung, Karanganyar ditemukan bahwa terdapat sebagian anak kelompok A di mana keterampilan proses sainsnya belum berkembang secara optimal. Anak kecenderungan anak untuk pasif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sains sehingga partisipasi anak masih rendah. Sehingga hal tersebut berdampak pada pada motivasi belajar dan hasil belajar anak. Keterampilan proses sains merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting untuk dibekalkan kepada anak. Keterampilan tersebut dapat mengembangkan potensi anak untuk dapat memecahkan berbagai permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan proses sains terdiri dari kemampuan mengamati, membandingkan, mengkategorikan atau mengelompokkan, dan mengkomunikasikan.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor penyebab di atas, maka penulis berupaya untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran pada anak kelompok A di TK Aisyiyah Manggis Lalung, Karanganyar melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics (STEAM). Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan proses sains pada anak. Alasan penulis menerapkan pendekatan STEAM dalam pembelajaran adalah dimungkinkan anak menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Anak akan lebih mudah menerima pembelajaran sehingga setiap kompetensi anak dapat dikembangkan secara optimal. STEAM merupakan perkembangan dari STM, STS, SETS, STEM. STEAM mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, seni dan matematika dalam setiap topik yang diajarkan. Pendekatan pembelajaran ini menggunakan kelima elemen ilmu tersebut di mana semua aspek tersebut merupakan cara berpikir yang tertata untuk memahami suatu ilmu pengetahuan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai cara memecahkan masalah. STEAM mengajarkan keterampilan anak-anak, seperti bekerjasama, pengamatan, komunikasi dan kreativitas anak. Kehadiran STEAM tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari dan akan menjadikan anak-anak menjadi lebih inisiatif, serta berpikir kritis.
Adapun aktivitas anak kelompok A TK Aisyiyah Manggis Lalung, Karanganyar dalam pembelajaran terintegrasi STEAM adalah sebagai berikut. 1) Sains, aktivitas kegiatannya berupa mengenalkan bagian-bagian tanaman kepada anak. 2) Teknologi, aktivitas kegiatan berupa mengenalkan macam-macam tanaman buah melalui video dan gambar dengan menggunakan laptop/computer/HP. 3) Teknik, aktivitas kegiatannya berupa memotong buah menggunakan pisau plastik dan membuat jus buah. 4) Seni, aktivitas kegiatannya berupa membuat gambar dari batang pisang dan pewarna makanan karena aman digunakan. 5) Matematika, aktivitas kegiatannya berupa menghitung jumlah buah yang telah terpotong.
Setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan STEAM ditemukan adanya peningkatan yang signifikan terhadap perkembangan keterampilan proses sains anak. Dalam pembelajaran STEAM yang dilakukan guru, anak-anak terlibat dalam memecahkan masalah, belajar, berkomunikasi, mencari pengalaman, melakukan kolaborasi dan bekerja melalui pembelajaran yang kreatif sehingga dapat mengoptimalkan keterampilan proses sains anak.
Editor: Cosmas