Daripada Nglayap, Yudha Siswa Kelas X SMAN 1 Karangdowo Jualan Kopi di Samping Kecamatan Pedan
Keterangan Foto: Yudha Djatmika sedang melayani pembeli dengan senang hati kopi ala anak muda yang baru viral.
KLATEN, POSKITA.co – Daripada nglayap ngalor-ngidul atau terlibat dalam pergaulan yang kurang bermanfaat, Tantra Yudha Djadmika (15 th) lebih memilih belajar berdagang dengan ikut jualan kopi di kedai Kopi Helau (100 persen kopi bean) samping Kantor Kecamatan Pedan, Klaten.
Diakuinya ikut berjualan kopi baru 2 mingguan atau awal Mei 2026. Yudha, demikian siswa kelas XF SMAN 1 Karangdowo, mengaku lebih nyaman dan senang belajar berjualan yang saat ini ikut owner kedai kopi miliknya Hendrik Jati Ayu. Tiap hari buka, tetapi khusus hari Senin, kedai kopi Helau ini tutup.
“Dengan berjualan kopi ini, kita bisa tambah teman, dan terpenting kita bisa belajar berdagang dan semangat kemandirian. Bagi yang suka nguliner atau wedangan kopi, bisa merapat di sini mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB,” jelas Yudha.
Siswa yang mulai gemar berdagang ini mengajak teman-temannya untuk bisa memanfaatkan waktu luang. Selain tugas utama belajar, juga bisa memanfaatkan Waktu luang dengan belajar berdagang dan ke depannya bisa tahan tantangan zaman dengan semangat kemandirian.
Untuk menu kedai kopi yang dikelolanya ini antara lain ada Americano No Sugar 7k (Rp7 ribu), black aren 9k, americano 8k, aren latte 10k, vanilla latte 10k, pandan latte 10k, irish lantte 10k, caramel sea salt latte 10k,. Selain kopi, di kedai Kopi Helau ini juga ada non kopi, yaitu coklat 10k dan matcha 11k.
“Kebetulan saya iku jualankan kopi di kedai kopi Helau ini karena didukung orangtua saya. Ibu saya juga sangat mendukung, sebab saya bisa belajar mandiri dan tidak terjebak pada kegiatan kosong yang tak ada manfaatnya. Mumpung masih muda, kita belajar berdagang dengan jualan kopi memang sangat menarik,” kesan Yudha, Minggu (24/5/2026) siang.

Sementara itu, Ibundanya Yudha, Purwanti Titin Pusporini, sangat bahagia dan mendukung apa yang dilakukan putranya ini. Kepada redaksi, Titin tidak melarang dan justru terus mendorong agar semangat jiwa berdagang atau berwiraswasta bisa tertanam dalam diri sejak muda.
Titin yang tinggal di Dukuh Soka, RT 03/RW 02, Desa Soka, Kecamatan Karangdowo, Klaten, berharap, anak muda lainnya juga bisa mencontoh semangat Yudha dalam belajar berdagang. Jualan kopi ini bisa menambah teman, wawasan semakin luas, kemandirian, kejujuran dan rasa tanggungjawab, sangat terasa.
“Kebetulan sekolahnya juga tidak terganggu, Yudha juga senang dan menikmati pekerjaannya jualan kopi meski masih ikut orang lain. Dan bisa jualan ini bisa mengurangi kegiatan yang kurang bermanfaat, jadi mandiri dan jadi banyak teman,” ujar Titin yang juga Perangkat Desa Soka dan membuka jasa pembuatan khusus busana jawa pria di rumahnya. (Hakim)

