Alat Peraga Pulelek Menggunakan Barang Bekas untuk Bermain dan Berhitung

Spread the love

Oleh: Amin Samiasih, S.Pd.AUD Guru Kelas Kelompok B TK Pertiwi Jungke, Karanganyar, Karanganyar Mandungan, RT01/RW06, Jungke, Karanganyar

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan yang didirikan dalam rangka guna memfasilitasi perkembangan dan pertumbuhan anak yang menekankan pada potensi dan kepribadian secara menyeluruh (Suyadi dan Maulidya, 2015). Proses pembelajaran adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Pembelajaran di sekolah memuat beberapa mata pelajaran seperti matematika yang kegiatannya adalah berhitung.
Kemampuan berhitung merupakan kemampuan yang memuat tentang logika, penalaran, dan angka-angka. Kegiatan (Rosa Imami dan Ninik Yuliani, 2016). Kemampuan berhitung adalah suatu kegiatan yang mengerjakan hitungan misalnya penjumlahan, pembagian, pengurangan, perkalian dan mengenal satuan matematika (Putri, 2014). Berhitung merupakan kemampuan yang sangat penting bagi setiap anak karena sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari dan digunakan sebagai dasar untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Kegiatan berhitung dapat diberikan kepada anak dengan metode atau teknik tertentu agar kegiatan tersebut dapat dinikmati oleh anak. (Himatul Farihah, 2017). Kegiatan berhitung bagi anak usia dini biasa disebut dengan menyebutkan suatu angka.
Berhitung merupakan kemampuan penting yang berguna dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan dasar yang dapat dimiliki oleh anak sejak kecil melalui pembelajaran sambil bermain. Kemampuan berhitung berkaitan erat dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Kemampuan berhitung setiap anak sangat beragam. Kemampuan berhitung anak dapat dikembangkan secara bertahap, dimulai dari pengenalan awal berhitung dengan cara mengenalkan angka-angka sederhana seperti 1-6 kemudian mengurutkan dan menjumlahkan.
Belajar sambil bermain bagi anak usia dini sangatlah penting, karena dengan bermain dapat mendukung proses tumbuh kembang anak. Kemudian anak juga mendapatkan pengalaman baru berkaitan dengan lingkungannya (Pupung Puspa dan Anik Lestariningrum, 2018). Bermain adalah kebutuhan dan hak setiap anak, sebagai orang tua atau guru sudah seharusnya memfasilitasi anak dalam bermain. Dengan kegiatan bermain anak juga dapat mengembangkan aspek kognitif, motorik, Bahasa, dan aspek moral (Naili Rohmah, 2016). Untuk mengembangkan kemampun berhitung anak melalui kegiatan bermain dibutuhkan sebuah media atau alat peraga agar anak tertarik dan dapat mempelajari materi dengan baik. Penggunaan alat peraga dalam sebuah pembelajaran sangatlah penting, karena anak usia dini memerlukan suatu perantara atau benda konkret bukan hanya teori saja.
Alat peraga suatu pembelajaran akan dapat mencapai suatu tujuan pembelajaran dengan optimal. Adapun beberapa kriteria yang harus ada di dalam alat peraga yaitu: dapat dipahami, multifungsi, tahan lama, tidak membosankan dan menarik, jelas aturannya, murah, mudah dibuat, dan bisa dengan mudah untuk digunakan (Eyus Sudihartinih dan Tia Purniati, 2016). Alat peraga adalah sebuah alat atau media yang digunakan dalam pembelajaran untuk menyampaikan sebuah materi dengan cara lebih mengkonkritkan sebuah lambang, bilangan atau konsep agar lebih mudah dipahami anak khususnya dalam pelajaran matematika Tujuan alat peraga sebagai alat bantu dalam suatu pendidikan dan untuk meningkatkan keterampilan anak. Alat peraga dapat dibuat dari barang bekas seperti yang dilakukan di kelompok B TK Pertiwi Jungke, Karanganyar yaitu menggunakan alat peraga Pulelek dengan barang limbah. Pembelajaran dengan alat peraga tersebut dilakukan sambil bermain untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak.
Pulelek merupakan kepanjangan dari Puzzle Leptop Engklek. Alat peraga Pulelek memanfaatkan barang bekas atau limbah (kardus) yang dijadikan sebagai puzzle (permainan modern) dan leptop. Kardus bekas dibentuk menjadi sebuah leptop, kemudian dilanjutkan membuat keyboard, di keyboard sendiri terdapat gambar engklek dan angka-angka yang nantinya dapat dimainkan oleh anak yaitu menyusun puzzle. Anak dapat menyusun puzzle, menjumlahkan, memasangkan, mengurutkan, dan dapat menyebutkan angka. Dengan menggunakan alat peraga ini, anak juga dapat belajar sambil bermain engklek. Permainan Pulelek dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika untuk anak usia dini seperti yang dilakukan di kelompok B TK Pertiwi Jungke, Karanganyar. Salah satu strategi pembelajaran yang digunakan dengan memanfaatkan barang bekas yang ada dilingkungan sekitar. Kardus yang biasanya dibuang dan dibakar dapat juga dijadikan sebagai alat peraga anak secara nyata. Sehingga dalam pembelajaran dengan menggunakan alat peraga Pulelek dapat meminimalkan biaya pembuatan alat peraga. Pembelajaran alat peraga Pulelek yang dilakukan di kelompok B TK Pertiwi Jungke, Karanganyar dilakukan dengan riang gembira. Kemampuan berhitung anak dapat berkembang dengan baik, di mana anak belajar berhitung melalui kegiatan permainan.

Editor: Cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *