Sekolah Jadi Rumah Karantina, Berharap Pandemi Berlalu, Bersiap Akreditasi

Spread the love


Oleh : Sri Suprapti, Sie Publikasi SMP Negeri 8 Surakarta
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta Triad Suparman, M.Pd. melalui zoom bersama Guru dan Karyawan melakukan informasi dinas Senin lalu via Zoom.

Disampaikan bahwa sebentar lagi menjelang bulan Agustus yang merupakan hari yang bersejarah sebagai peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia, semoga pandemi ini grafiknya sudah semakin menurun.
Acara zoom selanjutnya disampaikan kondisi SMP Negeri 8 Surakarta yang saat ini masih digunakan sebagai rumah karantina pasien OTG. Untuk saat ini masih ada pasien 95 penghuni karantina, sudah berkurang 52 pulang karena sudah sehat. Semoga berkurang dan berkurang harapan Kepala Sekolah. Semoga pasien dinyatakan sehat semuanya, dan sekolah segera diserahkan kepada pihak sekolah lagi. Apabila ada atau terdapat pasien lagi ( mudah-mudahan tidak ada ) akan diarahkan ke Solo Techno Park ( STP ).
Bisa disimpulkan apabila sudah tidak digunakan untuk rumah karantina, maka sekolah bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar ( KBM ) blended. Untuk Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) Guru SMP Negeri 8 Surakarta menggunakan aplikasi pembelajaran masing-masing sesuai yang Guru inginkan. Hal ini juga ditekankan oleh Kepala Sekolah untuk menghadapi akreditasi yang akan berlangsung pada tahun 2022. Pelaksanaan akreditasi untuk proses KBM dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh.
Dilanjutkan dalam zoom yang disampaikan oleh KS SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd. bahwa ada titipan dari Waka Kurikulum, Waka Humas, Waka Sarpras dan Waka Kesiswaan. Untuk titipan dari Waka Humas, Muji Widodo, S.Pd. disampaikan agar Bapak / Ibu Guru setiap KBM sudah bisa menganalisa siswa yang bermasalah dalam menerima pembelajaran. Artinya bahwa Guru membuat catatan yang ditemukan di saat pembelajaran yang kemudian disampaikan kepada sekolah dalam hal ini Waka Humas untuk ditindaklanjuti.
Selanjutnya titipan dari Waka Kurikulum, Hesti Setyaningsih, S.Kom. untuk pecan pertama mengevaluasi pembelajaran jarak jauh ( PJJ ) untuk membuat tulisan atau catatan, apabila ada permasalahan dari siswa yang tidak bisa menerima pembelajaran dari Guru. Dari Waka Sarpras, Agus Sriwiyono, S.Pd. meyampaikan kekhawatirannya tentang sarana prasaranan yang ada di sekolah ketika sekolah digunakan untuk rumah karantina. Khususnya untuk tanaman yang ada di lingkungan sekolah. Perlu diketahui bahwa SMP Negeri 8 Surakarta merupakan sekolah Adiwiyata ( berwawasan lingkungan, rindang, hijau, aman, nyaman, ), Sekolah Sehat ( bersih, nyaman,dan sehat ), Sekolah Ramah Anak dan Sekolah dengan profil Pelajar Pancasila.
Selanjutnya titipan dari Waka Kesiswaan, Prico Diana Dewi, S.Pd.MH.disampaikan bahwa ada beberapa siswa yang belum mengikuti MPLS. Untuk itu agar siswa tersebut diberi tugas tersendiri yang ada hubungannya dengan materi MPLS. Semuanya merasa maklum karena memang kondisi saat ini, kondisi darurat. Untuk Tata tertib ( Tatib ) menyesuaikan juga dengan kondisi yang ada sekarang ini. Apalagi SMP Negeri 8 Surakarta saat ini semuanya WFH,, di saat pembelajaran kegiatan belajar mengajar ( KBM ) semuanya harus menggunakan seragam sesuai dengan tata tertib yang sudah dibuat dan sudah disampaikan kepada siswa.
Untuk diketahui bahwa seragam untuk siswa SMP Negeri 8 Surakarta, pada hari Senin dan Selasa seragam OSIS, Rabu batik SMP Negeri 8 Surakarta, Kamis hijau ciri khas sekolah Adiwiyata, Jum’at Pramuka. Sedangkan Guru, Senin seragam keki, Selasa batik bebas, Rabu batik terbaru SMP Negeri 8 Surakarta, Kamis, beskap untuk Bapak dan kebaya untuk Ibu, Jum’at seragam Pramuka / Olahraga ( menyesuaikan ).
Untuk penilaian sikap bagi siswa SMP Negeri 8 Surakarta yaitu diarahkan ke profil pelajar Pancasila. Yang terdiri dari beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, mandiri. Dalam setiap hal Siswa selalu diberitahu tentang profil Pelajar Pancasila, sehingga diharapkan agar tidak ada lagi Siswa yang berperilaku tidak sesuai dengan Pelajar Pancasila.
Untuk SMP Negeri 8 Surakarta dengan brending Mantap Berkarya, diharapkan agar melahirkan anak-anak yang berprestasi, berkarakter dan berbudaya. Perlu diketahui oleh Siswa agar tidak melakukan hal-hal yang negatife dalam menggunakan media sosial ( medsos ). Belajar itu merupakan tugas utama sebagai Siswa, lakukanlah itu. Kurangi melihat youtube yang tidak ada hubungannya dengan sekolah. Kurangi bermain game, karena kalau selalu bermain game, akan menjadi malas untuk belajar karena bermain game itu juga membuat capek. Sebagai seorang pelajar yang harus dilakukan adalah belajar yang rajin, telaten, sabar dan ikhlas. Itu semuanya juga merupakan penilaian sikap yang dilakukan oleh Guru.
Acara zoom berakhir pada pukul 08.30 WIB. Semoga dalam menghadapi akreditasi tahun depan ( 2022 ) SMP Negeri 8 Surakarta tetap bertahan dengan nilai A. Acara dilanjutkan dengan melakukan tugas kegiatan belajar mengajar ( KBM ) sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh Waka Kurikulum. Dan masih semuanya WFH. Semoga virus corona segera hilang dan KBM bisa dilakukan dengan pembelajaran tatap muka ( PTM ). Selamat bekerja, salam sehat, Depanska Jaya. SMP Negeri 8 Surakarta, Mantap Berkarya!.

Editor: cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *