Tiga SDN di Korwil Pendidikan Trucuk Langganan Banjir

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Akibat luapan air banjir Kali Dengkeng di Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Klaten, Rabu petang (6/3/2019), sekitar pukul 05.30 WIB, halaman dan ruang kelas SDN 3 Gaden, SDN 2 Planggu dan SDN 3 Pundungsari, kebanjiran.

Selain itu, tembok pagar SDN 1 Gaden jebol dan ruang perpustakaan sekolah yang ada di samping Balai Desa Gaden ini terendam air banjir. Halaman sekolah juga terendam air banjir setinggi 60-70 cm, tapi air tidak masuk ruang kelas.

Korwil Pendidikan Kecamatan Trucuk Mulyadi SPd MPd mengatakan, untuk SDN 3 Gaden letaknya dekat Kali Dengkeng, sekitar 100 meter dan setiap tahun selalu menjadi langganan banjir. Kepada wartawan usai memantau kerja bakti di SDN 3 Gaden, Jumat pagi (8/3/2019), lumpur dan air masuk ruang kelas setinggi 80 cm.

“Air luapan banjir masuk ke ruang kelas SDN 3 Gaden dan setiap terjadi hujan deras selama 4-5 jam, dengan intensitas curah hujan tinggi, Kali Dengkeng pasti banjir dan meluap ke pemukiman warga dan termasuk SDN 3 Gaden ini,” jelas Mulyadi.

Saat ini, sekolah ini dalam pembinaan Pengawas SD Widodo SPd MM. Jumlah siswa SDN 3 Gaden hanya ada 42 anak dan sesuai aturan atau kebijakan Dinas Pendidikan Klaten, seharusnya sekolah ini diregrouping. Tapi memang realitasnya, warga bersama Pemdes Gaden masih memandang belum perlu diregrouping.

Korwil Pendidikan Kecamatan Trucuk Mulyadi bersama Kepala SDN 3 Gaden Sayuti saat pantau banjir, Kamis pagi (7/3/2019).

Sementara itu, Kepala SDN 3 Gaden, Sayuti SPd, mengaku sangat prihatin dengan keadaan sekolah yang menjadi langganan banjir luapan air banjir Kali Dengkeng. Dalam menjalankan tugas, Sayuti dibantu 9 guru dan karyawan, terdiri 3 orang sudah PNS 3 dan 6 orang masih wiyata bakti (WB).

Sebenarnya siswa ada tes tengah semester, dan atas kebijakan dari Dinas Pendidikan Klaten melalui Korwil Pendidikan Kecamatan Trucuk, maka tes siswa kelas 1 sampai kelas 6 ditunda Sabtu (9/3). Karena di dalam kelas dan halaman sekolah masih banyak lumpur, sehingga Jumat pagi (8/3) diadakan kerja bakti.

“Kami sebenarnya sudah senang, sebab selama musim hujan, tidak terjadi hujan deras yang berakibat banjir. Sudah lewat bulan Februari, ternyata awal Maret ini malah kebanjiran. Mau tak mau kita kerja bakti bersihkan lumpur dan untuk arsip atau buku, sudah aman. Penjaga sekolah tahu atau titen, jika terjadi hujan deras, arsip atau buku perpustakaan diamankan,” ujar Sayuti. (Aha)

Caption Foto HL:
Guru dan karyawan SDN 3 Gaden kerja bakti bersihkan lumpur banjir, Jumat pagi (8/3/2019). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *