Ribuan Pelayat Melepas Kepergian Ustadz Nur Kholis Majid (Putra Pendiri MTA Alm. Ustadz Sukina) di Windan, Husnul Khotimah..!!
Keterangan Foto: Satgas MTA membawa keranda jenazah almarhum Ustadz Nur Kholis Majid ke masjid untuk disholatkan terlebih dulu sebelum pemakaman, Jumat (29/5/2026) malam.
SUKOHARJO, POSKITA.co – Ribuan pelayat tampak memadati jalan perkampungan menuju kediaman almarhum Ustadz Nur Kholis Majid, putra daripada pendiri Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) Solo almarhum Ustadz Ahmad Sukina di Windan, Makamhaji, Kartosuro, Sukoharjo, Jumat (29/5/2026) malam.
Almarhum telah menjalani perawatan secara intensif di RSUD Moewardi Solo selama 17 hari dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter pada Jumat lagi, 29 Mei 2026 pada pukul 13.58 WIB. Rumah duka berada di RT 01/RW 06, Makamhaji, Kartosuro, Sujoharjo dan dimakamkan di Hastono Ngemplak Windan atau timur kediaman almarhum yang jaraknya sekitar 100 meteran.
Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Yuni Suwarni dan memiliki tiga putra, yaitu Albina Majid yang saat ini duduk di bangku SMP MTA Gemolong, Haifa Majid (SMP MTS Gemolong) dan Mahestri Majid (SDIT Al Madinah). Banyaknya pelayat yang hadir melepas kepergian almarhum, menjadi bukti almarhum semasa hidup memang senang jalin silaturrhami.
Salah satu teman almarhum, Moh Hatta yang juga anggota DPR RI Fraksi PAN, mengaku sangat kehilangan dengan sosok yang baik hati dan senang silaturrahmi ini. Moh Hatta sejak Jumat sore hari sudah terlihat berada di rumah duka hingga proses pemakaman almarhum Ustadz Nur Kholis Majid turut hadir menyaksikannya.

“Kita mewakili teman-teman turut berduka sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Ustadz Nur Kholis Majid. Almarhum adalah putra Ketua MTA Solo almarhum Ustadz Ahmad Sukina. Ustadz Sukina ini wafatnya pada Kamis, 25 Februari 2021 di RSUD dr Moewardi Solo. Dan kini putranya Ustadz Nur Kholis Majid meninggal dunia menyusul ayahnya Ustadz Sukina yang juga meninggal dunia di RSUD Moewardi,” jelas Hatta yang mengenakan baju batik saat takziyah.
Hatta mengakui, beberapa hari sebelumnya, tepatnya Senin siang, 22 Mei 2026, meluangkan Waktu menjenguknya di RSUD Moewardi Solo dan kondisi almarhum memang diuji Allah SWT dengan sakitnya. Sekitar 17 hari opname di ruang ICU RSUD Moewardi, Allah SWT lebih mencintai dan menyayangi Ustadz Nur Kholis. Dan pada Jumat legi, 29 Mei 2026 pukul 13.58 WIB, almarhum Ustadz Nur Kholis telah tiada. Inna lillahi wainna ilaihi roji’un.
“Almarhum Ustadz Nur Kholis Majid ini orang baik, taat beribadah kepada Allah SWT. Kita hadir di sini turut berbelasungkawa, almarhum meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah dan ahli surga-Nya. Keluarga yang ditinggalkan tetap tabah, sabar, kuat dan ikhlas. Allah SWT bersama orang-orang yang bersabar,” pesan Hatta yang akrab dengan almarhum di masa hidupnya.
Suasana sangat berduka dan keluarga besar MTA sangat berduka atas kepergian almarhum Ustadz Nur Kholis Majid yang tak lain adalah kakak kandung Ketua MTA Solo saat ini Ustadz Nur Kholid Saifulloh. Almarhum selain meninggalkan istri dan tiga putranya, juga meninggalkan kakak dan adik. Mereka adalah Ustadz Fatah Yasin-Agustin Indriasari (kakak Solo), Ustadz Miftahul Huda-Ari Susilowati (adik Solo), Ustadz Nur Kholid Saifulloh-Novi Ratnasari (adik Solo) dan Ustadzah Khumaira-Ivan Muharrom (adik Solo).
Catur Widyantoro Nugroho alias Aan, teman almarhum semasa sekolah di SMP Al Islam, yang hadir bersama para alumni SMP Al Islam turut berduka atas meninggalnya sahabat baiknya ini. Aan mengaku terus monitor saat almarhum opname di RSUD Moewardi Solo dan mengabarkan kepada para kerabat atau teman alumni untuk mendoakan yang terbaik untuk almarhum Ustadz Nur Kholis.

“Almarhum sakit sudah lama, meskipun sedang sakit ketika ada yang berkunjung ke rumahnya, almarhum selalu menunjukkan wajah bahagia dengan duduk di kursi roda. Kita segenap sahabat, kerabat dan alumni SMP Al Islam Solo ikut berduka yang mendalam. Kita doakan almarhum husnul khotimah, dicatat sebagai ahli surga dan keluarga yang ditinggalkann tetap sabar, ikhlas dan ikhlas menghadapi ujian Allah SWT ini,” jelas Aan yang juga alumni SMA Al Islam 1 Surakarta tahun 1992.
Dalam pemberangkatan jenazah, ada kata sambutan dari Kepala Pemerintahan untuk wilayah Windan, yaitu Kepala Desa Makamhaji Agus Purwanto, SE dan dilanjutkan dengan wejangan atau kata sambutan atas nama keluarga almarhum yaitu Ustadz Nur Kholid Saifulloh. Keluarga besar almarhum mengucapkan banyak terima kasih atas doa dan kehadiran para muazzin dan muazziyat atau pelayat. Selamat jalan Ustadz Nur Kholis Majid. Jasa dan perjuanganmu kan dikenang selalu. (Hakim)

