Melintas Pandang Imlek di Kota Solo Bersama Pelancong

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Keindahan lampion menjelang hari raya Imlek di Kota Solo, Jawa Tengah mengundang perhatian masyarakat. Seperti biasa lampion warna merah yang terpasang di Kawasan Pasar Gede Solo ini menjadi ajang selfi masyarakat dari kalangan mana saja. Seperti yang dilakukan KRAT Henry Indraguna warga Wonogiri yang sengaja datang ke Solo.

“Baru kali ini saya ke sini. Bagus sekali ternyata. Ini menunjukkan toleransi antar etnis yang ada di Kota Solo,” terang Henry kepada wartawan, Senin (28/1) malam.

Di sela-sela kegiatannya sebagai caleg dari Perindo kalau dia menyempatkan diri berselfi. Pria berkulit mirip tionghoa ini mendadak menjadi rebutan berswafoto dengan masyarakat. Menurutnya, wilayah lain di Indonesia harusnya mencontoh Solo dalam hal teloransi antar etnis dan di kota inilah pluralisme terjaga ratusan tahun.

“Lumayan lama nunggunya pas buat nama China. Mungkin terlalu berat ya namanya. Tadi juga sempat dikatakan oleh pembuatnya, bahwa saya sosok yang tatag, teteg dan tutuk. Itulah pribadi saya,” kata Caleg DPR-RI Dapil V nomor urut 1 yang mencoba meminta jasa kaligrafi china.

Klenteng Tien Kok Sie yang berada di sisi selatan Pasar Gede Solo juga menjadi lokasi keguman masyarakat. Dengan keindahan Klenteng yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Tridharma. Setelah puas menyapu pandangan, suasana imlek makin terasa sehingga Henry bersama pelancong lainnya mendatangi seorang pembuat aksara kaligrafi China yang biasa disebut Shu Fa.

Melalui kegiatan tersebut, harapannya supaya terus dilestarikan oleh masyarakat. Sehingga, keragaman budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia tetap terjaga. (Agung Santoso)

Caption Foto:
Suasana menjelang hari raya Tionghoa di Kota Solo disambut ribuan lampion. Kali ini pelancong dan salah satu tokoh masyarakat, KRAT Henry Indraguna, menyaksikan suasana toleransi beragama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *