Hapus Stigma Tangan Menengadah, Disabilitas pun Bisa Berbagi

Spread the love

SOLO (Poskita.co) – Selama ini sebagian masyarakat memberikan stigma yang tidak bagus kepada para disabilitas.

Mereka beranggapan, para disabilitas hanya bisa menengadahkan tangan alias meminta pertolongan atau untuk dibelaskasihani.

Namun, aksi berbagi para disabilitas solo yang tergabung dalam Komunitas Self Help Group (SHG), membuktikan bahwa mereka bisa eksis, bisa berwirausaha , mandiri, dan bisa berbagi untuk orang lain walau memiliki keterbatasan.

Sugianur, koordinator aksi, menyatakan, kegiatan pembagian bros cantik dan nasi bungkus kepada tukang becak, butuh perjuangan sendiri. Sebab, mereka harus susah payah merayu para pengguna jalan agar mau diberi bros cantik.

“Kenapa susah payah, mungkin sudah tertutup dengan stikma bahwa disabilitas hanya patut dikasihani dan dibantu. Kali ini kita ingin berbagi, dikira jualan, begitu diawali dengan kata-kata gratis pengguna jalan akhirnya banyak yang menerimanya,” ujar Sugianur.

Lebih lanjut dijelaskan, aksi ini untuk membangun opini masyarakat disabilitas bisa berbagi. Tidak selamanya selalu tangan menengadah, tapi bisa berbuat seperti masyarakat pada umumnya.

Selama ini, SHG memberdayakan diri sendiri atau lingkungan terutama pemberdayaan ekonomi.

Kebanyakan anggota SHG berwiraswasta dan untuk menunjuang usahanya diadakan simpan pinjam khususnya untuk anggota.

Menurut salah satu tukang becak, Slamet, kegiatan ini membuat dirinya merasa kagum, ternyata disabilitas juga bisa berbuat seperti masyarakat pada umumnya . Ia berharap kepada pemerintah memperhatikan para disabilitas ini. (Aryadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *