Fikom UKWMS Edukasi Lansia Lawan Scamming dan Hoaks
Komisariat Mafindo (Komindo) UKMWS mengadakan edukasi untuk pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di wilayah Jawa Timur. Foto: dokumentasi
SURABAYA, POSKITA.co – Selama ini pra lansia hingga lansia menjadi target bahasa scamming dan hoaks. Lansia menjadi sasaran empuk karena tidak memiliki pengetahuan atau skill soal scamming dan hoaks yang menyebar di whatsapp dan facebook.
“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan skill baru dalam menghindari dan menumpas kejahatan online scamming terutama melalui media pesan singkat seperti WhatsApp dan Facebook,” ujar Merlina Maria Barbara Apul, selaku ketua tim pengabdian kepada masyarakat sekaligus dosen pendamping Komindo UKWMS, dalam pers release yang diterima SUARASOLO.id Kamis, 16/04/2026.

Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Fikom UKWMS) sukses telah melaksanakan kegiatan Workshop Bijak dan Bertanggung Jawab Bermedia Sosial pada Sabtu, 11 April 2026 di Gereja Katolik Santo Yusup Karangpilang Surabaya. Tim pengabdian ini beranggotakan tim dosen yang berkolaborasi dengan Komisariat Mafindo (Komindo) UKMWS yang diikuti oleh 65 anggota dan pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk edukasi terhadap bahaya scamming secara digital yang banyak menargetkan kalangan usia pra-lansia hingga lansia. Tidak hanya bahaya scamming, edukasi juga diberikan untuk mengenali dan menghindari penyebaran hoaks. Edukasi ini dikemas dalam diskusi kelompok bersama relawan fasilitator yang merupakan mahasiswa Fikom UKWMS.

Segmen materi yang pertama adalah cek fakta dan tips aman di media sosial, sesi kedua materi audit media sosial, sesi ketiga materi refleksi diri/sharing sesama anggota. Sesi ini juga dikemas dalam bentuk games untuk mengukur sejauh mana pengetahuan peserta untuk mengenali informasi hoaks yang beredar di media sosial.
Para peserta yang terdiri dari ibu-ibu penggerak WKRI ini sangat antusias menyambut kegiatan ini. “Acaranya sangat menarik walaupun ini pertama kalinya saya ikut sebagai peserta. Saya sangat terbantu untuk menggunakan media sosial dengan lebih bijak lagi. Apalagi di usia kami ini banyak yang gaptek sehingga perlu untuk diberikan lebih banyak wawasan tentang bermedia sosial,” ungkap Wanti selaku peserta dan Ketua Dewan Pengurus Cabang Gereja Katolik Santo Yusup Karangpilang Surabaya.
Christine yang juga merupakan peserta menyatakan bahwa kegiatan seperti ini harus sering dilaksanakan agar amplifikasi mengenai bahaya hoaks dan scamming di kalangan lansia semakin lebih luas.
“Luar biasa, sangat membantu sekali dalam memberikan pengetahuan yang baru dalam ibu-ibu WKRI. Harapannya semoga kegiatan ini dapat menjangkau masyarakat dan komunitas yang lebih luas,” ujar Christine.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh semangat para dosen dan relawan Komindo UKWMS untuk meningkatkan literasi digital bagi semua lapisan masyarakat lokal. Target penyelenggaraan kegiatan ini tentu saja tidak hanya fokus pada ibu-ibu lansia, melainkan untuk jangka panjang dan juga menyasar kalangan usia lain seperti Komindo Goes to School, Serial Diskusi, Training of Trainers bagi relawan Komindo yang berada di kota lain.
Cosmas

