Pendidikan

Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siapkan Solusi Kehidupan Umat Era Modern

SOLO, POSKITA.co – Berkat  kolaborasi berbagai pihak, mulai dari universitas, fakultas, dosen, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja sama program studi IQT meraih akreditasi unggul.

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) S1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih akreditasi unggul berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang berlaku sejak 8 April 2026 hingga 8 April 2031.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting setelah sebelumnya prodi tersebut berada pada peringkat akreditasi B.

Kepala Prodi IQT UMS, Dr. Kharis Nugroho, Lc., M.Ud., mengemukakan, keberhasilan ini bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari universitas, fakultas, dosen, mahasiswa, alumni, hingga mitra kerja sama yang turut memberikan dukungan, termasuk melalui testimoni positif dari para pengguna lulusan,” terangnya, Rabu, (15/4).

Menurutnya, predikat unggul merupakan capaian yang telah lama diupayakan dan akhirnya dapat terwujud.

“Saya berharap akreditasi unggul ini mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap Prodi IQT UMS, sekaligus mendorong peningkatan jumlah mahasiswa baru serta kualitas pembelajaran yang semakin baik,” ungkapnya.

Kharis juga menjelaskan bahwa dalam proses akreditasi, prodi telah memastikan kriteria penilain telah terpenuhi.

“Dalam proses peningkatan akreditasi, prodi memastikan seluruh kriteria penilaian terpenuhi secara optimal. Hal tersebut mencakup penguatan sistem tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta capaian prestasi dosen dan mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, juga terus ditingkatkan hingga menjangkau level internasional,” katanya.

Lebih lanjut, Kharis memaparkan bahwa Prodi IQT UMS memiliki keunggulan dalam mencetak kader ulama, mufassir, dai, guru Al-Qur’an, hingga akademisi di bidang tafsir.

“Mahasiswa IQT tidak hanya dibekali teori, tetapi juga didorong untuk berkontribusi langsung di masyarakat. Bahkan, banyak mahasiswa yang telah aktif mengajar Al-Qur’an, mengelola lembaga pendidikan, hingga menulis karya keislaman sebelum mereka lulus,” jelasnya.

Meski telah meraih akreditasi unggul, Kharis mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi.

“Salah satunya tantangannya adalah peningkatan kualifikasi dosen, dimana masih ada dosen yang belum S3 atau sedang menempuh studi doktoral. Selain itu, penguatan kerja sama internasional juga menjadi fokus ke depan, khususnya dalam hal implementasi program seperti pertukaran mahasiswa, joint research, serta kolaborasi akademik dengan pakar Al-Qur’an dari berbagai negara,” paparnya.

Dalam pengembangan ke depan, lanjutnya, Prodi IQT UMS juga mulai mengintegrasikan keilmuan tafsir dengan perkembangan teknologi. Mahasiswa diperkenalkan pada penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan dan analisis bibliometrik dalam studi Al-Qur’an. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat akses terhadap referensi serta membantu memetakan dan menjawab persoalan-persoalan kontemporer secara lebih efektif. (**)

Tanto