SMPN 1 Ngawen Intens Gelar IHT Guru dan Karyawan, Wujudkan Sinergitas Gapai Kesuksesan
Keterangan Foto: Sarono Sumber Laksono Joyo, SPd MPd, pengawas SMP Disdik Klaten berkenan hadir didampingi Kepala SMPN 1 Ngawen Wahyuningsih Lestari, SPd MPd di ruang kerjanya sebelum memberikan materi IHT, Sabtu (7/11/2026) siang.
KLATEN, POSKITA.co – Sudah beberapa minggu ini, setiap Sabtu di bulan Oktober-November 2026, segenap guru dan karyawan SMPN 1 Ngawen, Klaten, mengikuti agenda In House Training (IHT) di ruang Lab Sekolah. Termasuk Sabtu (7/11/2026) lalu, IHT digelar dengan menghadirkan Pengawas SMP Disdik Klaten.
Tampak Sarono Sumber Laksono Joyo, SPd MPd, pengawas SMP Disdik Klaten berkenan hadir dengan memberikan materi terkait pengelolaan sekolah dan langkah-langkah taktis menuju sekolah yang berdaya, transparan dan akuntable.
Kepada redaksi, Sarono mengatakan pentingnya agenda IHT bagi guru dan karyawan sekolah. IHT ini training yang diadakan di sekolah tergantung kebutuhan sekolah. IHT tetap mengacu dari ajuan manajer sekolah atau kepala sekolah dengan terkoordinasi.
Selain menjadi pemateri IHT di SMPN 1 Ngawen atau Essanga, sebelumnya Sarono pernah mengisi IHT di SMPN 2 Gantiwarno, SMPN 1 Gantiwarno, SMPN 3 Gantiwarno, SMPN 2 Karangdowo dan lainnya. Saat ini tugas pengawas yang diamanahkan kepadanya ada 10 SMP Negeri dan 10 SMP Swasta dengan menyesuaikan kebutuhan kunjungannya.
“Dimana sekolah yang cukup berjalan, kita sebagai pengawas cukup dengan memantau. Tapi kalau ada sekolah yang belum baik pelaksanaan manajemen atau pembelajaran sekolahnya, kita akan pantau intens. Mohon doanya tugas ini bisa terlaksana atau terkawal dengan baik,” harap Sarono.
Saat ini, Sarono menjadi pengawas SMP di SMPN 1 Ngawen, SMPN 1 Tulung, SMPN 3 Tulung, SMPN 1 Karanganom, SMPN 2 Karanganom, SMPN 3 Karanganom, SMPN 1 Gantiwarno, SMPN 2 Gantiwarno, SMPN 3 Gantiwarno, SMPN 3 Polanharjo, SMP Putra Bangsa, SMP Lazuardi Klaten, SMP Speak First Klaten, SMP Al Islam Tempursari Ngawen dan SMP Al Furqoon Klaten.
Terkait berbagai informasi yang ada di sekolah, jajaran guru dan karyawan harus berhati-hati. Apalagi bertemu dengan seorang yang mengaku wartawan. Kalau memang ada informasi khusus diketahui internal sekolah, maka jangan disampaikan ke pihak lain. Informasi yang umum dan tidak bersifat internal bisa disampaikan ke pihak lain, termasuk ke wartawan.
Seiring dengan Hari Guru tahun 2026, Sarono mengajak para guru untuk mawas diri. Karena guru ini sebuah profesi khusus, maka para guru diminta tetap komitmen dalam menjaga marwah guru, serta mampu tampil menciptakan guru yang bermartabat.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Ngawen Wahyuningsih Lestari, SPd MPd menambahkan, agenda IHT ini sangat bermanfaat dalam menyatukan Langkah para guru dan karyawan. Misalnya ada permasalahan tertentu, dengan menjaga kekompakan dan sinergitas, bisa dicarikan solusi cepat, tepat dan tuntas.
“Kuncinya dalam IHT ini ada keterbukaan, profesionalitas, kedisiplinan, tanggungjawab dan bisa menciptakan kerjasama yang baik antar guru dan karyawan gapai kesuksesan. Tidak ada guru yang paling super atau top, semua posisinya sama bertanggungjawab mengawal dan memajukan sekolah semakin hebat. SMPN 1 Ngawen ini juga butuh dukungan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk sinergis dengan komite sekolah, paguyuban orangtua dan stakeholder yang ada,” jelas Wahyuningsih. (Kim)

