Edy Sulistyanto: Perkembangan UMKM di Klaten Tidak Baik-baik Saja
Keterangan Foto: Edy Sulistyanto bertemu warga yang pecinta gowes usai menghadiri acara Upacara Hari Jadi Klaten ke-222 di Alun-alun Klaten, Selasa, 28 Juli 2026.
KLATEN, POSKITA.co – Dalam agenda upacara Hari Jadi Klaten ke-222 di Alun-alun Klaten, Selasa (28/7/2026) pagi, banyak tamu undangan dari berbagai kalangan diundang. Termasuk salah satunya Edy Sulistyanto, Owner Amigo Group Klaten yang juga Sesepuh Funding Father Festival Ketoprak Pelajar (FKP) Kabupaten Klaten.
Dengan mengenakan sorjan lurik kombinasi warna merah dan hitam, Edy tampak pulang dengan berjalan kaki dibantu teken atau tongkat kayu menuju mobil yang diparkir di dekat Tugu Adipura Alun-alun Klaten. Menurut Edy, pada Ulang Tahun ke-222 atau Hari Jadi Klaten ke-222 ini banyak sejarah yang bisa digali. Saat ini banyak orang-orang Klaten justru malah kurang paham, maka perlu digalakkan menggali sejarah tentanng Klaten.
“Saya melihat banyak orang Klaten yang belum mengerti atau mendalami sejarah tentang Klaten. Maka perlu digalakkan atau diadakan kajian secara mendalam terkait sejarah Klaten, agar masyarakat Klaten sendiri benar-benar mengerti atau paham akan sejarah Klaten,” pesan Edy.
Untuk perkembangan UMKM di Klaten, Edy memandang tetap tidak baik-baik saja. Hal ini didasari masih mosak-masik atau tatanan perekonomian dengan iklim persaingan yang luar biasa. Banyak hal yang menjadi sebab belum baik kondisi ekonomi yang dirasakan kalangan UMKM tidak baik-baik saja.
Perkembangan atau kondisi toko-toko atau swalayan saat ini ditantang harus bisa bertahan dari gempuran sana-sini. Masyarakat saat ini banyak yang enggan datang ke swalayan atau took secara langsung, dan hal ini disebabkan system jual beli online yang begitu dahsyat mempengaruhi penjualan kalangan UMKM tradisional atau pun pertokoan modern.
Terkait kepemimpinan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, sejauh ini Edy melihat sudah bagus. Hanya saja perlu ada inovasi-inovasi yang terus dilakukan dan banyak mendengar lagi keluhan masyarakat di bawah. Bupati Hamenang diminta banyak turun ke bawah atau ke grassroot untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Untuk Festival Ketoprak Pelajar atau FKP, selama ini memang ada dan jalan terus dengan disuport oleh Omah Wayang. Termasuk para wartawan bisa mendukung eksistensi Omah Wayang Klaten dalam menggelorakan seni budaya di Kabupaten Klaten,” pesannya. (Hakim)

