Klaten

Puskesmas Kalikotes Gelar FKP 2026, Tingkatkan Layanan Menuju Paripurna

Keterangan Foto: Plt Kepala Puskesmas Kalikotes dr. Alfiana Choiriyani Udin memberikan penjelasan capaian layanan dalam giat FKP 2026 ini.

KLATEN, POSKITA.co – Untuk menyampaikan berbagai informasi capaian kinerja, Puskesmas Kalikotes, Klaten, mengadakan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Bidang Kesehatan dan Forum Konsultasi Publik (FKP) di aula Bima Sakti Puskesmas Kalikotes, Jumat (22/5/2026) pagi.

Plt Kepala Puskesmas Kalikotes dr. Alfiana Choiriyani Udin mengatakan, salah satu tujuan diadakannya FKP ini adalah bisa meningkatkan pelayanan kesehatan secara paripurna kepada masyarakat dan pelayanannya bisa menjangkau semua masyarakat. Kalau ada informasi, ide gagasan atau saran masyarakat di ajang FKP ini, bisa langsung disampaikan.

Saat ini jumlah karyawan Puskesmas Kalikotes ada sekitar Jumlah karyawan 36, terdiri dari 26 orang sudah PNS, PPPK ada 5 orang dan BUMD 5 orang. Alfiana mendapat amanah menjadi Plt Kepala Puskesmas Kalikoets sejak Oktober 2025 dengan menumbuhkan semangat sinergistas karyawan dan kerjasama. Selain itu juga jalin koordinasi dan komikasi dengan lintas sektoral yang ada di wilayah Kecamatan Kalikotes.

“Kami sampaikan pula, Puskesmas Kalikotes juga ada layanan USG yang buka seminggu 3 kali, yaitu Selasa, Kamis dan Jumat. Untuk UGD ada 3 tempat tidur, karena letak Puskesmas Kalikotes ini dikelilingi rumah sakit besar, jadi hanya 3 tempat tidur di UGD. Kalau kondisi berat langsung di bawa ke rumah sakit,” jelas Alfiana.

Untuk pelayanan di Puskesmas mencakup berbagai layanan kesehatan dasar, mulai dari pencegahan (promotif dan preventif), pengobatan (kuratif), hingga pemulihan (rehabilitatif). Saat ini, bagi masyarakat bisa mendownload aplikasi mobile JKN. Salah satu manfaatnya Aplikasi Mobile JKN untuk memberikan kemudahan akses layanan kesehatan secara digital, mulai dari pendaftaran antrean online, pengecekan status kepesertaan, hingga skrining riwayat kesehatan.

Kalau belum punya aplikasi, pihak Puskesmas Kalikotes juga tetap memberikan layanan terbaik dan ada petugas yang mengarahkan dengan memberikan kartu antre. Pada dasarnya, jelas Alfiana, layanan mobile JKN ini memangkas waktu tunggu sehingga peserta tidak perlu lagi mengantre lama di fasilitas kesehatan maupun kantor BPJS Kesehatan.

“Puskesmas Kalikotes tetap ada layanan Poli Umum, Poli Gigi dan Mulut, Poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), dan Poli Lansia. Juga ada unit gawat darurat (UGD), layanan penunjang MedisKefarmasian, Laboratorium, dan Layanan Luar gedung atau kesehatan masyarakat. Untuk layanan luar gedung ini antara penyuluhan kesehatan, pelacakan gizi buruk, pemeriksaan jentik nyamuk berkala, dan pembinaan kesehatan lingkungan di lingkungan warga,” ujar Alfiana.

Hadir dalam acara ini Rahayu Purwanti, SH MSi (Analis Kebijakan Muda Subkoordinator Pelayanan Publik dan Ketatalaksanaan Bagian Organisasi Setda Klaten), Dinas Kesehatan Klaten, Camat Kalikotes Kliwon Yoso, Koramil/Polsek Kalikotes, unsur Paguyuban Kepala Desa, TP PKK Kecamatan, perwakilan Kepala SMPn 1 Kalikotes, akademisi, wartawan, tokoh masyarakat, bidan desa se Kalikotes, dan tamu undangan lainnya.

Rahayu Purwanti mengatakan, dalam setiap ada FKP, setidaknya disampaikan berbagai informasi pelayanan yang ada di Puskesmas. Saat ini Bagian Organisasi Setda Klaten telah menghadiri sekitar 40 persen dari OPD atau dinas yang ada di Klaten. Untuk Puskesmas yang sudah mengadakan FKP dari 34 unit, baru ada kisaran 10 Puskesmas yang mengadakan dan mengundang Bagian Organisasi Setda Klaten.

“Pesan kami untuk Puskesmas Kalikotes ini, tingkatkan terus pelayanan masyarakat, dengan layanan yang semakin baik, tidak terlalu lama antrean, akses layanan dipermudah, maka kepuasan masyarakat akan terwujud. Adanya program mobile JKP untuk layanan kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit, bisa terus disosialisasikan. Kenyataannya, jaman saat ini semua serba digital, aplikasi lewat HP, masyarakat perlu diberi tahu,” pesan Rahayu atau biasa disapa Bu Yuyun.

Camat Kliwon Yoso menambahkan, informasi dari klaster 4, wilayah Kecamatan Kalikotes ini termasuk waspada dengan demam berdarah, chikungunya, campak, AFP dan HIV. Data yang ada, demam berdarah di Gemblegan ada 2 kasus dan Jogosetran ada 1 kasus. Untuk chikungunya di Jogosetran ada 22 kasus dan ini sangat luar biasa penyebarannya, masyarakat perlu diajak gerakan gertak nyamuk. Terkait penyakit HIV di wilayah Kalikotes juga sangat tinggi ada 55 kasus.

Para tamu undangan antusias mengikuti agenda FKP Puskesmas Kalikotes tahun 2026.

Untuk layanan kesehatan Acute Flaccid Paralysis (AFP) merujuk pada surveilans kelumpuhan layuh akut, deteksi dini kasus kelemahan atau kelumpuhan otot secara mendadak pada anak untuk memantau penyebaran penyakit polio di Kalikotes ada 2 kasus. Kasus campak di Jimbung ada 5, Krajan ada 1, Jogosetran ada 3 dan desa Gmeblegan ada 2 kasus.

“Kita harapkan soal layanan kesehatan ini semua bisa didorong mendapatkan layanan terbaik. Para kader Posyandu dan TP PKK desa bersama para bidan juga terus berkoordinasi jika menemukan hal-hal yang perlu ditindaklanjuti. Kesehatan ini modal pembangunan, jadi kita semua punya tanggungjawab soal kesehatan. Kita doakan agar Puskesmas Kalikotes ini layanannya benar-benar capai paripurna,” pesan Camat Kliwon Yoso.

Plt Kepala Puskesmas Kalikotes Alfiyana menjelaskan, saat ini untuk 36 karyawan yang bertugas di Puskesmas Kalikotes terdiri 2 orang dokter, bidan ada 9 orang, perawat 5 orang, dan tenaga medis lain 11 orang. Untuk tenaga medis terdiri dari 2 orang Nutrisionis, 1 orang Apoteker, 1 Asisten Apoteker, 2 orang ATLM, 1 orang Fisioterapi, 1 orang Rekam Medis, 1 orang Kesling, 1 orang Promkes 1, 1 orang Sanitarian dan 9 petugas Administrasi. (Hakim)