Kenyamanan Ibadah, Jelajah Wisata Thoyiba Berangkat Haji Program Khusus
Foto dokumentasi
SOLO, POSKITA.co – Tahun ini, PT Jelajah Wisata Thoyibah memberangkatkan para jamaah haji melalui program khusus.
Hal itu dikemukakan Direktur Utama, Akmaludin Akbar disela kegiatan silaturahmi para alumni jamaah haji dan umroh di D’wangsa Hotel Solo, Sabtu (18/4).
Dia menjelaskan, pemberangkatan jamaah haji ini melalui skema eksklusif sebanyak dua bus atau sekitar 98 orang.
Menurutnya, pembatasan kuota ini bukan tanpa alasan. Selain menyesuaikan regulasi dan konsorsium keberangkatan, langkah ini bertujuan menjaga kualitas pelayanan agar tetap maksimal dan terkontrol.
“Alhamdulillah untuk tahun ini kita mendapatkan kuota dua bus, dengan total sekitar 98 jamaah. Ini memang kami batasi agar pelayanan lebih optimal, lebih fokus, dan jamaah bisa benar-benar merasakan kenyamanan ibadah,” terangnya.
Program haji khusus dari PT Jelajah Wisata Thoyibah ini mengedepankan fasilitas premium dengan standar hotel bintang lima baik di Makkah maupun Madinah. Lokasi penginapan yang dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadi nilai utama agar jamaah tidak kelelahan saat menjalankan ibadah.
“Karena haji itu ibadah fisik, maka kenyamanan sangat penting. Hotel bintang lima yang dekat masjid membuat jamaah tidak perlu berjalan jauh, sehingga tenaga bisa lebih terjaga,” jelas Akmaludin.
Tak hanya itu, fasilitas di Arafah dan Mina juga menjadi perhatian utama. Jamaah akan mendapatkan tenda VIP dengan akses yang sangat dekat ke area Jamarat, lokasi pelaksanaan lempar jumrah.
“Untuk tenda maktab di Arafah dan Mina, kami pilihkan yang VIP. Bahkan posisi tenda sangat dekat dengan Jamarat, sehingga jamaah tidak perlu berjalan jauh saat melaksanakan lempar jumrah. Ini sangat membantu, terutama dari sisi keamanan dan kesehatan,” tambahnya.
Bagi para jamaah mengikuti program ini, akan dikenakan biaya sekitar 15.500 dolar AS dengan paket all-in fasilitas premium. Harga tersebut mencakup berbagai layanan unggulan mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi hingga pendampingan ibadah.
Selain fasilitas fisik, PT Jelajah Wisata Thoyibah juga menyiapkan tim pendamping profesional yang terdiri dari pembimbing ibadah bersertifikat, tenaga medis, serta tim pendukung di Arab Saudi.
“Pendampingan menjadi hal penting. Kami tidak hanya mengantar, tapi memastikan jamaah bisa beribadah sesuai tuntunan. Bahkan kami siapkan dokter dan tim di Saudi untuk memastikan semua aman,” tegasnya.
Adapun seluruh jamaah haji khusus tahun ini telah mengikuti rangkaian manasik sebagai bagian dari persiapan sebelum berangkat. Rencananya, keberangkatan akan dilakukan pada 8 Mei menuju Arab Saudi.
Akmaludin menambahkan, kesiapan jamaah tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga pemahaman ibadah agar pelaksanaan haji berjalan lancar dan khusyuk.
Menariknya, tren pendaftar haji khusus saat ini mengalami peningkatan signifikan, bahkan mulai didominasi kalangan usia muda. Hal ini menunjukkan kesadaran generasi baru untuk menunaikan ibadah haji lebih awal.
“Sekarang banyak yang usia di bawah 30 tahun sudah mendaftar, bahkan ada yang 24 tahun. Ini tren positif karena haji memang lebih ideal dilakukan saat fisik masih kuat,” ungkapnya.
Selain itu, waktu tunggu yang relatif singkat menjadi alasan utama meningkatnya minat masyarakat. Jamaah yang mendaftar pada 2022, misalnya, sudah bisa berangkat tahun ini, berbeda dengan haji reguler yang masa tunggunya bisa mencapai puluhan tahun. (**)
Tanto

