Sukoharjo

Eko Sapto Sidak Pabrik Daur Ulang di Desa Mulur, Kolaborasi BUMDes dan Warga Kurangi Sampah Plastik

Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto bersama pejabat lainnya meninjau fasilitas pengolahan daur ulang sampah plastik di Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo, Kamis (13/8). (foto dokumentasi)

SUKOHARJO, POSKITA.co –

Eko Sapto, PLT Bupati Sukoharjo mengapresiasi PT Sekawan Bersih Barokah Mulur yang membantu pemerintah mengurangi sampah plastik, kolaborasi dengan BUMDes dan masyarakat sekitar.

Eko Sapto, meninjau fasilitas pengolahan daur ulang sampah plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) milik PT Sekawan Bersih Barokah di Desa Mulur, Bendosari, Sukoharjo.

Dalam kunker, Kamis (13/8) tersebut dihadiri Sekda Kabupaten Sukoharjo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Kehadiran mereka untuk mengecek langsung operasional pabrik dengan harapan dapat mendorong penguatan ekonomi lokal serta menyerap sampah plastik menjadi multi guna.

Di hadapan para pejabat Pemkab Sukoharjo, Direktur Utama PT Sekawan Bersih Barokah, Muhammad Zain SH, MH mengemukakan, kehadiran perusahaannya merupakan bentuk komitmen nyata dalam membantu pemkab mengatasi persoalan sampah yang sulit terurai, khususnya jenis sampah PET di Kabupaten Sukoharjo.

“Kehadiran PT Sekawan Bersih Barokah tidak hanya berfokus pada aspek bisnis semata, tetapi kami berupaya hadir sebagai solusi konkret dalam membantu penyerapan sampah tak terurai, khususnya sampah PET di Kabupaten Sukoharjo. Selain itu, kami juga berkomitmen memberdayakan masyarakat lokal Desa Mulur serta menggandeng BUMDes Mulur agar pertumbuhan ekonomi kerakyatan berjalan beriringan dengan pabrik,” terang Muhammad Zain.

Pada kesempatan itu, Muhammad Zain juga turut mengenalkan komunitas relawan Mitra Lingkungan Hidup kepada Plt Bupati Sukoharjo sebagai mitra strategis perusahaan dalam mengedukasi masyarakat serta menggerakkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dari hulu ke hilir.

Sisi lain, Komisaris Utama PT Sekawan Bersih Barokah, Mahmud Lutfhi, menegaskan investasi yang ditanamkan di Kabupaten Sukoharjo ini didasari oleh kepedulian personal yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem di daerah.

Langkah ini, lanjutnya, sekaligus menjadi katalisator dalam pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas.

“Secara pribadi, saya memiliki kepedulian yang mendalam terhadap isu lingkungan hidup. Investasi yang kami bangun di Kabupaten Sukoharjo ini adalah wujud ikhtiar nyata untuk menghadirkan solusi jangka panjang bagi bumi. Selain itu, kami juga membuka peluang lapangan pekerjaan bagi warga yang ingin turut serta mengumpulkan sampah PET, sehingga ekonomi masyarakat turut terangkat bersama operasional perusahaan,” ungkap Mahmud Lutfhi.

Menanggapi langkah strategis dan inovasi yang dilakukan perusahaan pengelolaan limbah plastik itu, Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto menegaskan bahwa kehadiran industri daur ulang ini sangat membantu beban pemkab dalam menanggulangi volume sampah plastik sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

“Dari Pemkab Sukoharjo, kami memberikan apresiasi dan menyambut baik kehadiran PT Sekawan Bersih Barokah di Mulur. Langkah konkret ini sangat membantu pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah plastik, khususnya jenis PET. Kolaborasi antara perusahaan, BUMDes, dan pemberdayaan masyarakat lokal patut kita dukung demi mewujudkan Sukoharjo yang bersih, hijau, dan mandiri secara ekonomi,” tegas Eko Sapto.

Kunjungan mendadak tersebut kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lini produksi daur ulang botol plastik PET sembari dialog interaktif antara jajaran direksi PT Sekawan Bersih Barokah bersama Pemkab Sukoharjo berkaitan penguatan tata kelola lingkungan hidup hingga dii masa depan. (**)

Cosmas