Soloraya

Owner Wong Solo Grup dan Deputi BGN:  MBG Harapan Sejuta Lapangan Kerja

Owner Wong Solo Grup, H Puspo Wardoyo menyerahkan cinderamata kepada Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Mayjen TNI (purn) Dadang Hendrayudha di Kalipepe Land, Jumat (16/1). (foto dokumentasi)

SOLO, POSKITA.co  – Malam di Kalipepe Land, Jumat (16/1/2025), menjadi saksi refleksi satu tahun perjalanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah suasana yang hangat, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha, membeberkan angka yang cukup mencengangkan. Bukan sekadar soal perut yang kenyang, tapi soal roda ekonomi yang mulai berputar kencang.

Hingga saat ini, sebanyak 20.419 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum telah berdiri dari Sabang sampai Merauke. “Secara tidak langsung, ini sudah membuka lapangan pekerjaan bagi hampir satu juta orang lebih,” ujar Dadang dengan nada optimis.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Mayjen TNI (purn) Dadang Hendrayudha. (foto dokumentasi)

Di wilayah Soloraya sendiri, 568 dapur umum telah beroperasi, menyebar mulai dari kaki Gunung Merapi di Boyolali hingga sudut-sudut Kota Solo. Dampaknya nyata: 50 juta penerima manfaat, mulai dari jemari kecil siswa PAUD hingga ibu menyusui, kini mendapatkan asupan gizi yang terukur.

Namun, tantangan belum usai. Dadang mengakui jumlah penerima manfaat masih melampaui kapasitas yang ada. Itulah mengapa tahun 2026 dicanangkan sebagai tahun akselerasi infrastruktur dan kualitas.

Sejalan dengan pemerintah, pengusaha kuliner kawakan asal Solo, Puspo Wardoyo, turut pasang badan. Melalui Wong Solo Grup yang kini mengelola 8 SPPG, Puspo memberikan peringatan keras soal profesionalisme. Baginya, MBG adalah amanah yang harus dijaga dari keteledoran teknis, seperti kasus keracunan yang sempat marak di beberapa daerah.

“Mari kita rawat dengan baik. Jangan sampai ada masalah akibat pengelolaan yang tidak profesional,” tegas Puspo. Baginya, kualitas makanan adalah harga mati agar program mulia ini tidak tercederai.

Tanto/*