Hidup yang Bahagia

Spread the love


Oleh: Nuur Hayati, S. Pd. SD., M. Pd, SDN Gayam 03, Sukoharjo

Di masa semua serba digital dan canggih, adakalanya sejenak kita butuh penyegaran. Agar hidup tidak terasa membosankan. Pikiran fres terhindar dari stress. Awal dari semua penyakit dimulai dari stres yang berkepanjangan dan tiada henti. Berganti suasana dari tegang menjadi lebih santai agar otak dan jiwa bisa beristirahat barang sejenak. Ketika hidup dikejar berpacu dengan pekerjaan yang begitu melelahkan. Sisakan sedikit ruang untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.
Seiring usia yang terus bertambah membuat gerak kita jadi terbatas. Rutinitas yang sama setiap hari dari subuh sampai isak. Cepat Lelah, lemas, gampang tersulut emosi dan menjadi tidak sabaran. Semua itu pertanda jiwa raga kita sudah betul-betul kelelahan. Jangan biarkan semua itu terus menghantui hidup kita.
Marilah kita ciptakan suasana hidup yang lebih bermakna. Tingkatkan kuwalitas hidup agar kewarasan jiwa raga senantiasa terjaga. Dimulai dari pola hidup sehat dari mulai makan, kegiatan rutinitas, pola pikir, pola hati dan pergaulan sehari-hari. Selalu berpikir positif dalam segala hal, dari hal kecil sampai yang terbesar. Percayalah Tuhan akan selalu bimbing kita untuk melangkah ke jalan yang terbaik.
Pekerjaan rutin membuat hidup terasa membosankan dan melelahkan. Luangkan waktu Bersama keluarga tercinta dihari libur. Bersendau garau bercanda ceria lupakan semua beban pekerjaan untuk sesaat. Nikmati quality famili. Jangan hidupkan TV, hp, dan leptop. Setel music ringan yang menentramkan hati. Rengkuh, peluk dan gandeng suami dan anak-anak kita. Bawa mereka ke dunia yang tentram damai penuh canda tawa. Buat suasana gembira dengan bermain tebak-tebakan dan permainan yang bisa melupakan segala sedih duka nestapa.
Hari libur yang akan dinanti-nantikan segenap anggota keluarga. Tidak harus pergi piknik kemana-mana. Cukup dirumah saja dengan mengganti suasana yang hangat penuh kasih sayang. Tawa anak-anak yang renyah polos menjadi obat paling mujarap. Anak disuruh bercerita pengalaman lucu yang pernah mereka alami. Semua anggota keluarga mendengarkan dan memberi tanggapan hingga tertawa Bersama. Ibu bercerita tentang kisah anak-anak disaat mereka masih balita. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan walau kadang menjengkelkan, pasti mereka akan senang mendengarkan. Ayah bercerita tentang sikap pahlawan saat ibu akan melahirkan anak-anak, menjadi ayah siaga.
Jangan lupa ibu menyiapkan snak dan makanan kesukaan keluarga agar suasana betul-betul berkesan. Saat waktu sholat wajib tiba lakukan sholat berjamaah, ayah sebagai imam dan anggota keluarga jadi makmum. Setelah sholat berjamaah, ayah memberikan tausiah dan sedikit wejangan untuk istri dan anak-anak.
Hari libur akan berkesan dan pastilah menjadi impian dan selalu ditunggu kehadirannya. Jangan biarkan pekerjaan, leptop, hp, TV menjadi penghalang kebersamaan dalam keluarga. Hidup yang bermakna dan seimbang adalah impian setiap manusia. Tapi sangatlah sulit untuk mewujudkan tanpa komitmen Bersama antar anggota keluarga. Jadikan keluarga prioritas utama. Bahagiakan diri sendiri, keluarga dan orang-orang disekitar kita. Pasti hidup kita akan lebih menyenangkan dan seimbang.
Jalani semua sesuai alur yang sudah ditetapkan Tuhan. Hidup harus terus berlanjut dan mengalir sesuai fitrah. Bahagia kita yang bisa menentukan dan menciptakan. Materi yang berlimpah tidak menjamin hidup kita Bahagia. Yakinlah kita bisa Bahagia. **
Editor: Cosmas