SMA PL Van Lith Webinar Mengarahkan Biduk Melihat Arah Angin

Spread the love

Melihat situasi dunia berubah total sejak adanya pandemi Covid 19, termasuk bidang pedidikan. Dalam rangka “ Van Lith Edufair,” untuk pembukaan dilaksanakan dengan webinar secara online. Sebagai upaya SMA Pangudi Luhur Van Lith tergerak ikut mengurai permasalahan pendidikan di tanah air. Kegiatan webinar ini dilaksanakan pada Jumat (24/9/21) dengan para narasumber Jumeri S (kemendikbud), MY Esti Wijayati (DPR RI) dan Doni Koesoema (pemerhati pendidikan) dengan moderator Ari Nurcahyo (direktur Sugeng Sarjadi Syndicate). Peserta yang mengikuti secara online lebih dari 305 peserta dengan aplikasi zoom dan ratusan lainnya melalui youtube.
Mengambil tema “ Mengarahkan Biduk Melihat Arah Angin, “ sebagai upaya mencari titik temu peluang pendidikan nasional di dalam kesulitan karena pandemi. Pemerintah berusaha untuk bisa mengatasi masalah efek pandemi ini dengan mencoba membatasi persebaran virus corona dengan pemberlakuan kebijaksanaan PPKM, pemberian vaksin secara masal, namun juga tetap mengupayakan agar roda perekonomian makro dan mikro tetap bisa berjalan.
Seperti dikatakan oleh Kepala Sekolah SMA PL Vanlith, bahwa perubahan model pembelajaran terpaksa harus dijalankan dengan berbagai inovasi personal maupun lembaga untuk sedikit-demi sedikit menutup berbagai kekurangan yang terjadi akibat penyesuaian terhadap proses pembelajaran di era pandemi sesuai dengan kondisi sosial masyarakat. Tidak ada proses yang dipatenkan karena memang situasi menuntut perlakuan yang berbeda-beda di setiap lingkungan dengan kondisi yang berbeda juga. “Pembelajaran secara daring mau tidak mau harus dilakukan karena pertemuan tatap muka tidak dimungkinkan untuk bisa dilakukan,” ucap Bruder Agustinus Giwal Santosa FIC.
Semakin banyak orang memahami langkah-langkah dan perhitungan strategi Kemendikbud dalam rangka mengatasi dan mengembangkan dunia pendidikan indonesia dalam situasi pandemi ini dan menyongsong era baru dengan kebijakan dan cara yang baru. Salah satu tujuan seminar menjadi sarana bagi pemerintah untuk bisa bertemu langsung secara virtual dengan para pelaku di unit. “ dalam webinar diharapkan melahirkan pemahaman-pemahaman baru dan strategi baru yang diterjemahkan secara khusus dalam unit/lembaga pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat disekitarnya, “ tandasnya.
Dalam paparan dari kemendikbud yang diwakili sub Koordinator Bidang peserta didik pada direktorat SMA Direktorat SMA, Fathnuryati Hidayah menggantikan Jumeri S., mengatakan bahwa kebijakan pembelajaran di masa pandemi telah disesuaikan beberapa kali dengan pertimbangan keselamatan, kesehatan dan evaluasi capaian belajar. Sudah satu tahun lebih pandemi covid-19 terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak sosial negatif yang berkepanjangan. Beberapa hal yang terjadi banyak anak putus sekolah, penurunan capaian belajar, banyak terjadi kekerasan pada anak dan resiko eksternal. Dalam learning lose, studi membuktikan bahwa pembelajaran di kelas, lebih baik dibandingkan PJJ. ” Dibutuhkan kerjasama secara menyeluruh untuk kesuksesan pembalajaran di masa pandemi covid 19.”
Sedangkan Esti Wijayati sebagai anggota DPR komisi X antara lain mengatakan bahwa DPR telah mendesak Kemendikbud untuk membuka sekolah di zona kuning dan hijau dengan mempertimbangkan permasalahan setiap satuan pendidikan. “ momentum covid 19, dapat digunakan secara optimal perubahan sistem pendidikan nasional,” ungkap legislator dari dapil Yogyakarta ini.
Untuk Doni Koesoema selaku praktisi dan pengamat dunia pendidikan memaparkan tentang sudut pandang keberadaan pandemi dan cara meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Di awal materi dipaparkan data dan fakta terkini terhadap pendidikan di Indonesia. Terjadi penurunan yang signifikan akan keberhasilan capaian belajar siswa di sekolah di masa pandemi. “ kualitas mutu pendidikan yang terutama adalah kualitas kemampuan membaca dari, dilihat hasil skor dari PISA tahun 2018 kualitas membaca bangsa Indonesia peringkat 72 dari 77 negara yang disurvey,” ucap pendiri Character Education Consulting ini.
Webinar nasional ini semakin menarik ketika banyak pertanyaan yang muncul. Dalam hal hal ini, moderator dengan lugasnya membagi berbagai pertanyaan untuk dijawab nara sumber. Waktu yang ditargetkan 3 jam ternyata masih kurang karena antusias peserta dari berbagai kalangan pendidik dan praktisi pendidikan ini.

Penulis:FX Triyas Hadi Prihantoro

Editor: cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *