Model “Problem Based Learning” Tingkatkan Hasil Belajar Sosiologi Kelas XI MAN 2 Klaten

Spread the love

Oleh: Hamidah Budhiyati, S.Sos
Guru Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI MAN 2 Klaten Kabupaten Klaten

Pendidikan merupakan hal yang penting dan mendasar dalam kemajuan suatu bangsa. Di Indonesia pendidikan dimulai dari pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi. Salah satu jenjang pendidikan di Indonesia yang mana siswanya sudah tumbuh remaja adalah pada masa Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada jenjang SMA ini siswa dikenalkan berbagai mata pelajaran dengan materi yang semakin luas dan mendalam, salah satunya adalah pembelajaran Sosiologi.
Pembelajaran sosiologi di SMA ternyata menemui beberapa kendala. Sejumlah persoalan yang dihadapi guru dan siswa antara lain terlalu menekankan kemampuan kognitif, lebih menekankan proses deduktif, substansinya terlalu teoritis dan abstrak, kurang memberi ruang bagi guru dalam mengembangkan materi untuk pendalaman terhadap komponen-komponen yang dianggap perlu dan penting bagi anak. Hal inilah yang harus dijadikan pijakan dalam pelaksanaan pembelajaran ke arah yang lebih baik.
Pendidik mengidentifikasi berbagai masalah yang ada di kelas XI Sosiologi MAN 2 Klaten pada mata pelajaran sosiologi diantaranya adalah banyak siswa yang berbicara sendiri dengan teman sebangku ketika guru sedang menjelaskan di depan kelas. Bahkan ada juga yang berbicara sendiri dengan temannya karena penyampaian materi masih dalam bentuk ceramah dan masih banyak siswa yang pasif dan tidak tertarik dengan pembelajaran sosiologi yang banyak teks materinya.
Pendidik selaku guru sosiologi di MAN 2 Klaten dapat memfokuskan masalah yang telah disebutkan agar tujuan di dalam pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Pendidik untuk meningkatkan hasil belajar siswa hendaknya menerapkan model pembelajarn yang tidak berpusat pada guru, tetapi siswa juga dituntut untuk dapat berperan aktif dalam pemahaman materi agar tercipta suasana pembelajaran yang berpusat pada siswa. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan peran siswa dan berpusat pada siswa adalah model Problem Based Learning.
Model Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang memusatkan peserta didik, dimana PBL memadukan berbagai disiplin ilmu dalam memecahkan masalah. Model ini berusaha menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Berpusat pada peserta didik mengacu pada kesempatan pembelajaran yang relevan bagi peserta didik serta tujuan yang merupakan bagian terkecil dari pembelajaran ditentukan oleh peserta didik siswa kelas XI MAN 2 Klaten kabupaten Klaten.
Menurut Barret (2011:4) Problem Based Learning (PBL) merupakan pembelajaran yang dihasilkan dari suatu proses pemecahan masalah yang disajikan diawal pembelajaran. Siswa belajar dari masalah yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, mengorganisasi, merencana serta memutuskan apa yang dipelajari dalam kelompok kecil. Sedangkan menurut Boud ( 2010: 285) Problem Based Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengarah pada pelibatan siswa dalam mengatasi masalah belajar dengan praktik nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.(diakses dari www.https//meenta.net.pada tanggal 3 Juli 2021). Dengan demikian, PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang melibatkan peran siswa dan berpusat pada siswa adalah model Problem Based Learning.
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dinilai juga membantu dalam mencapai keputusan siswa selain meningkatkan hasil belajar. Dengan penerapan model pembelajaran ini siswa lebih aktif dan membaur dengan siswa lain terutama yang lebih pintar untuk lebih memahami materi yang sedang dipelajarinya. Siswa akan merasakan suasana lebih menyenangkan karena proses pembelajaran lebih inovatif dan hasil belajar kognitif dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran.
Keterlibatan siswa dalam pembelajaran sangat penting melalui pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Keterlibatan dan keaktifan siswa sangat mendorong motivasi dan minat belajar yang tinggi. Dengan cara ini siswa kana merasakan proses pembelajaran yang lebih mengena dan bermakna untuk meningkatkan hasil belajarnya pada mata pelajaran sosiologi, khususnya bagi siswa kleas XI MAN 2 Klaten.
Hasil belajar merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa , baik menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikhomotorik sebagai hasil dari kegiatan belajar. Pelaksanaan proses belajar mengajar perlu diingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala sistuasi dan kondisi. Maka dari itu dalam emilih model pembelajaran haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar , fasilitas dan media yang tersedia, serta kemampuan guru.
Model pembelajaran Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang memusatkan pada peserta didik dan merupakan salah satu bentuk pembelajaran terpadu. PBL memadukan berbagai disiplin ilmu dalam pemecahan masalahnya. Siswa tidak lagi bosan dengan pembelajaran yang sebagian besar berupa teks materi, namun siswa akan cenderung aktif dan bersemangat, karena PBL menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian Problem Based Learning dapat menjadi alternatif pembelajaran bagi siswa kelas XI MAN 2 Klaten kabupaten Klaten dalam mata pelajaarn sosiologi agar hasil belajarnya meningkat.

Editor: Cosmas