Metode “Synectik” Atasi Kesulitan IPA Materi Limbah Industri Siswa Kelas XI IPA MAN 2 Klaten

Spread the love

Oleh: Wahyudi, S.Pd.
Guru Mata Pelajaran IPA Kelas XI MAN 2 Klaten Kabupaten Klaten

Pepatah mengatakan “Tuntutlah Ilmu walau sampai ke Negeri Cina”. Dari ungkapan tersebut begitu jelas bahwa pendidikan merupakan suatu hal yang penting dan mendasar bagi kehidupan manusia. Proses belajar mengajar merupakan suatu fenomena yang kompleks. Segala sesuatunya berarti setiap kata, pikiran, tindakan, asosiasi dan sampai sejauh mana anda mengubah lingkungan, presentasi dan rancangan pengajaran, sejauh itu pula proses belajar berlangsung. Sistem pembelajaran dewasa ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif melakukan kegiatan dalam proses belajar mengajar akan menyebabkan siswa terdorong dalam mempelajari suatu materi pembelajaran sehingga apa yang diperoleh siswa dari belajar akan lebih bermakna bagi dirinya yang akan memperpanjang daya ingatan daripada hanya menghafal.

Dalam proses belajar mengajar pada dasarnya merupakan proses interkasi antara yang belajar (siswa) dengan pengajar (guru). Seorang siswa telah dikatakan belajar apabila telah mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak dapat mengetahuinya, termasuk sikap tertentu yang sebelumnya belum dimilikinya. Seorang guru dikatakan telah mengajar apabila telah membantu siswa memperoleh perubahan yang dikehendakinya.

Guru sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar hendaknya berupaya menciptakan situasi dan kondisi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien bagi para siswanya. Dalam hal ini dapat meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar, salah satunya dengan metode yang tepat agar siswa mudah dan paham terhadap materi pembelajaran secara optimal.

Mengingat beragamnya metode mengajar yang telah diterapkan di sekolah-sekolah, tentu akan lebih bijaksana jika guru memilihdan mencoba menggunakan metode belajar secar bervariasi untuk meningkatkan kualitas profesi dan dan produktivitasnya dalam mengacu pada pemenuhan kebutuhan siswa. Ada sejumlah metode atau pendekatan mengajar yang bisa dipilih guru untuk kegiatan pembelajaran, salah satunya melalui metode synectik bagi siswa kelas XI IPA MAN 2 Klaten.

Pendidik selaku guru kelas XI IPA MAN 2 Klaten berperan melakukan tindakan kolaborasi dimulai dari : 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan tindakan, 4) refleksi. Proses pembelajaran dengan model synectik pada mata pelajaran IPA materi limbah industri telah memberikan dorongan kepada guru dan siswa untuk mengembangkan metode pembelajaran yang baru, inovatif dan melibatkan peran aktif siswa. Proses pembelajaran tidak berpusat pada guru, tetapi siswa juga bersosialisasi dengan siswa lainnya.

Metode mengajar adalah suatu rencana atau pola mengajar yang digunakan oleh guru dalam menyusun kurikulum, mengatur materi-materi pelajaran dan petunjuk bagaimana seharusnya guru mengajar di kelas. Model synectyc merupakan salah satu model pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas siswa. Pemecahan masalah memerlukan penelitian secara alamiah, dan sekaligus memerlukan kreativitas, baik dalam proses maupun dalam cara-cara pemecahan (diakses dari www. https. Ejournal.upi.edu.ac.id pada tanggal 5 Juli 2021)

Materi limbah industri merupakan salah satu materi yang terdapat pada mata pelajaran IPA kelas XI MAN 2 Klaten sesuai kurikulum. Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki di lingkungan karena tidak mempunya nilai ekonomi. Limbah terdiri dari zat atau bahan buangan yang dihasilkan proses produksi industri yang kehadirannya dapat menurunkan kualitas lingkungan ( diakses dari https//www.kajian pustaka.com pada tanggal 5 juli 2021)

Pembelajaran dengan penggunaan metode synectik ini menjadikan peserta didik aktif berinteraksi dan mandiri dengan sesama temannya, sehingga anak lebih mandiri bertanya maupun berpendapat serta menjawab pertanyaan agar lebih mudah memahami materi dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi semakin senang dalam mengikuti pelajaran dan lebih perhatian setiap mengikuti pelajaran. Oleh karena itu siswa benar-benar mengetahui pemahaman tentang pengetahuan yang diberikan oleh guru sehingga keaktifan belajar siswa dalam materi ajar dapat maksimal.

Penggunaan metode synectic mampu mengatasi kesulitan belajar siswa kelas XI IPA MAN 2 Klaten. Metode synectic dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA khususnya materi limbah industri. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran menggunakan metode synectic terus mengalami peningkatan hingga mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Dengan demikian metode synectic dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran IPA di kelas XI MAN 2 Klaten kabupaten Klaten.

Editor: cosmas