Fraksi PDI Perjuangan Usul Rp 50 M di Perubahan APBD untuk Bantuan Langsung Warga yang Isolasi Mandiri, Relawan Jogo Tonggo, serta Rakyat Kecil yang Terdampak PPKM

Spread the love

Solo, (poskita.co) – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Solo, dalam pembahasan perubahan APBD tahun 2021, mengusulkan untuk menggelontorkan anggaran senilai 50 miliar rupiah, untuk warga yang melakukan isolasi mandiri, relawan jogo tonggo, serta membantu masyarakat kecil yang terdampak PPKM, seperti bakul pasar, tukang parkir, tukang becak, supir taksi, PKL.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Solo, YF. Sukasno kepada wartawan, Minggu (11/7), menyatakan, Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada seluruh kekuatan masyarakat untuk ikut membantu Pemerintah Solo, meringankan masalah di masa pandemi. Hal ini berkaitan dengan pembahasan perubahan anggaran 2021, yang tengah dalam pembahasan di DPRD Solo.

“Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan prioritas anggaran di perubahan APBD. Kita fokus menangani masalah pandemi, khususnya bantuan untuk masyarakat yang terdampak langsung PPKM, seperti para bakul pasar, tukang parkir, tukang becak, UMKM, supir taksi. Fraksi mengusulkan anggaran senilai 50 miliar rupiah untuk membantu mereka,” jelas Sukasno.

Selain itu, anggaran yang diusulkan senilai 50 miliar rupiah oleh fraksi, juga diperuntukan membantu perawatan bagi warga yang melakukan isolasi mandiri, termasuk bantuan untuk relawan jogo tonggo. Mereka akan mendapatkan bantuan langsung. Sejumlah 14 pasar tradisional yang tutup selama PPKM, diberikan keringan bagi para pedagangnya, dengan dibebaskan tarikan retribusi. Hal ini juga berlaku bagi para juru parkir, tidak akan ditarik retribusi.

“Kebijakan mas walikota Gibran Rakabuming Raka, dan bapak wakil walikota Teguh Prakosa harus kita dukung, khususnya berkaitan dengan pembahasan APBD perubahan tahun 2021, yang fokus dalam penanganan pandemi. Ini juga sesuai instruksi Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, Bapak FX. Hadi Rudyatmo yang meminta seluruh anggota fraksi dan semua komisi di legislatif, untuk dapat memperjuangkan anggaran penanganan covid bagi masyarakat kecil yang terdampak PPKM,” ujar Sukasno lagi. (endang paryanti/ isna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *