Pasar Basin Lockdown Tiga Hari, 7 Pedagang Akan Diswab di Puskesmas Kebonarum

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Pasar Basin, Kecamatan Kebonarum, Klaten, kembali ditutup atau lockdown setelah ada laporan salah satu pedagang terkonfirmasi Covid-19. Lockdown Pasar Basin dilakukan mulai Kamis-Sabtu (10-12/6/2021).

Hal ini dibenarkan Camat Kebonarum H. Mudzakir, SE MM (57 th) saat dihubungi wartawan di ruang kerjanya. Ada seratusan pedagang harus bersabar dan mengikuti keputusan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Kebonarum agar selama tiba hari tidak berjualan.

Dikatakan, ada pedagang perempuan warga Basin (inisial Sri) yang usai rekreasi pekan lalu di Kebun Binatang Gembiroloka Jogjakarta mengalami sakit dan badannya panas. Setelah dites swab antigen di RS Pantirini Jogjakarta, hasilnya reaktif dan positif, Senin (7/6).

Dikabarkan ada sekitar 7 orang yang ikut satu mobil dalam rombongan bersama Sri tersebut. Termasuk Endang, pedagang daging dan bakso yang tinggal di Pluneng, ikut serta dalam rombongan rekreasi ke Gembiroloka.

“Mengetahui hal ini, kami bersama jajaran Muspika Kebonarum bersama unsur Puskesmas Kebonarum, tim gugus tugas desa Basin dan gugus tugas Covid-19, langsung melakukan tracing,” jelas Mudzakir kepada wartawan, Rabu siang (9/6).

Untuk mencegah dan deteksi dini atas laporan ini, dilakukan tracing di Pasar Basin dan melakukan pembicaraan dengan Endang dan pedang lainnya yang ikut rombongan rekreasi ke Kebun Binatang Gembiroloka.

Ibu Aminah, pedagang buah Pasar Basin, Kebonarum, hanya bisa pasrah saat ditemui wartawan, Rabu siang (9/6).

Salah satu pedagang buah di Pasar Basin, Aminah (57 th) membenarkan jika Pasar Basin ini bakal ditutup mulai Kamis (10/6) dikarenakan ada pedagang yang dilaporkan reaktif tes Covid-19.

“Iya Mas, rencana ditutup tiga hari. Saya dikasih tahu sama pihak kecamatan, desa dan bapak polisi. Intinya besok Kamis, Jumat dan Sabtu tidak jualan,” jelas Aminah saat ditemui wartawan.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai seorang pedagang yang berjualan di pasar tersebut, dirinya hanya bisa pasrah dengan kebijakan penutupan pasar ntuk kebaikan dan keselamatan bersama.

“Saya hanya bisa pasrah, saya hanya mikirkan buah ini, bagaimana kalau tiga hari ini tutup. Takutnya buah saya ini busuk,” ujarnya.

Informasi Camat Mudzakir, rencana Kamis pagi (10/6) akan ada penyemprotan disinfektan di Pasar Basin dan tes swab antigen kepada 7 pedang Pasar Basin yang ada kontak erat dengan Sri dan Endang di Puskesmas Kebonarum. (Kim)

Caption Foto HL:
Camat Kebonarum Mudzakir bersama tim gugus tugas Covid-19 lakukan tracing di kios daging milik Endang, Rabu pagi (9/6).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *