Klaten

SMPN 1 Klaten Resik-resik Lingkungan Menuju Adiwiyata Mandiri 2026, Essaka Resik Essaka Keren

Keterangan Foto: Siswa SMPN 1 Klaten sedang gotong royong resik-resik lingkungan sekolah, Sabtu pagi, 6 Juni 2026.

KLATEN, POSKITA.co – Seiring dengan agenda menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri SMPN 1 Klaten atau disingkat Essaka tahun 2026, segenap guru, karyawan dan siswa berjibaku dalam kegiatan resik-resik lingkungan sekolah. Tagline sekolah yang digelorakan adalah “Essaka Resik, Essaka Keren”.

Hal tersebut dikatakan Plt Kepala SMPN 1 Klaten Ismi Roudhotul Janah, SPd MPd saat ditemui redaksi Sabtu (6/6/2026) siang. Lebih jauh dikatakan, untuk resik-resik lingkungan sekolah ini, semua guru, termasuk wali kelas ikut damping siswa bergerak lakukan bersih-bersih lingkungan. Total siswa yang ikut resik-resik lingkungan sekolah ada 576 siswa (kelas VII ada 288 anak dan kelas VIII sejumlah 288 anak).

“Awalnya kita rencanakan kerja bakti atau resik-resik lingkungan dalam rangka mendukung program menuju Adiwiyata Mandiri 2026 ini pada Jumat, 5 Juni 2026 lalu. Tapi karena satu hal, kita adakan pada Sabtu pagi, 6 Juni 2026 yang juga bertepatan dengan Hari Lingkungan Sedunia dengan tema Harmoni dengan alam, aksi nyata untuk bumi yang lestari,” ungkap Ismi mantap.

Dikatakan, program Adiwiyata Mandiri ini merupakan predikat penghargaan tertinggi dalam program sekolah peduli dan berbudaya lingkungan (Adiwiyata) dari pemerintah. Terkait predikat ini, diberikan kepada sekolah yang berhasil mempertahankan program pelestarian lingkungan selama tiga tahun berturut-turut, serta sukses dalam pembinaan sekolah lain agar menerapkan program lingkungan serupa.

Adiwiyata Mandiri ini diharapkan menjadi pemantik keluarga besar SMPN 1 Klaten dalam mengawal dan mencetak siswa berprestasi dan berkarakter. Ismi yang juga Kepala SMPN 3 Manisrenggo merasa optimis dengan potensi sekolah Essaka yang luar biasa. Sejak dini, sekolah ini sudah melatih dan memberikan contoh terbaik kepada anak-anak dalam mencintai dan melestarikan lingkungan.

“Dalam setiap kesempatan, tak hanya saat menuju Adiwiyata Mandiri, setiap kelas diarahkan selalu bersih, kesannya penuh penghijauan, bunga selalu dirawat dengan baik. Selain itu, bunga dan tanaman bisa dikelola dengan baik, ikut menginspirasi siswa dalam meraih impian, siswa semangat dalam belajar dan lingkungan sekolah juga sejuk, nyaman, dan udaranya segar menyehatkan,” ungkap Ismi.

Hal senada dikatakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Klaten, Puji Wahyu Harjanti, SPd, bahwa sejak dini anak-anak memang diajarkan peduli lingkungan sekolah. Kalau ada sampah atau daun yang jatuh dari pohon, selokan kotor, tempat cuci tangan kotor dan lainnya, siswa langsung bertindak. Prilaku hidup bersih dan sehat di kalangan siswa juga terus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Para guru dan siswa berkolaborasi dalam mendukung Essaka menuju Adiwiyata Mandiri 2026.

Puji Wahyu alias Ibu Janti mengatakan, pada Sabtu (6/6) pagi, anak-anak diapelkan terlebih dulu dan diberikan job tugas dalam kegiatan resik-resik lingkungan sekolah ini. Dengan agenda resik-resik lingkungan ini, anak-anak mempunyai karakter kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Ke depannya, siswa juga memiliki empati atau kepedulian lingkungan yang terus ditradisikan menjadi bekal terjun di masyarakat..

“Kegiatan resik-resik ini merupakan persiapan menuju Adiwiyata Mandiri yang sebelumnya Essaka telah meraih Adiwiyata Nasional. Proses dan langkah menuju Adiwiyata Mandiri ini wajib hukumnya diperjuangkan setelah mendapatkan gelar Adiwiyata Nasional. Karena predikat Adiwiyata Nasional akan terhapus jika sekolah hanya diam saja dan tak bergerak melangkah menuju predikat Adiwiyata Mandiri. Kebetulan kisaran tahun 2017, SMPN 1 Klaten raih predikat Adiwiyata Nasional,” ujar Puji.

Kegiatan resik-resik menuju Adiyata Mandiri antara lain, siswa bersama para guru membersihkan total ruang kelas, lingkungan kelas, ada pembagian floating pemencaran tanaman, pembersihan sanitasi lingkungan, pengurasan dan pembersihan kolam ikan, serta pemanfaatan limbah botol bekas untuk pot bunga atau tanaman. Selain itu juga ada pengumpulan daun kering bisa dimanfaatkan lagi untuk keperluan pupuk tanaman. (Hakim)