Dampak Pandemi, Rahmad Handoyo Ajak Calon Migran Indonesia Perdalam Bahasa Asing

Spread the love

KLATEN, POSKITA.co – Anggota Komisi 9 DPR RI Rahmad Handoyo SPI MM telah mengadakan sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri dan Perlindungan Menyeluruh kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai VVIP di Balai Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Klaten, Jumat siang (28/5/2021).

Acara ini digelar kerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pusat. Selain pemateri dari BP2MI Pusat, juga disampaikan BP2MI Provinsi Jawa Tengah dan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Klaten Drs. Slamet Widodo, MM.

Slamet Widodo mengatakan, di Klaten ini ada 1.174.986 jiwa jumlah penduduk di akhir tahun 2019. Dengan jumlah angkatan tenaga kerja 639.214 orang. Slamet menambahkan, untuk penduduk usia kerja (PUK) berusia lebih dari usia 15 tahun ada 928.185 orang atau 68,79 persen rasio angka kerja terhadap PUK.

Calon PMI pada Januari-Desember 2019 sejumlah 396 orang, terbagi bekerja secara formal 264 perempuan dan 10 laki-laki. Sedang CPMI secara informal ada 123 perempuan. Diungkapkan, CPMI harapannya jangan bisa bekerja secara formal, kalau informal biasanya kerja di perumahan atau pembantu rumah tangga.

“Untuk tujuan penempatan CPMI antara lain Malaysia, Hongkong, Singapura, Taiwan, Myanmar, Japan, Maldives, Brunei Darussalam, dan negara lainnya. Untuk Januari sampai Desember 2019 paling banyak bekerja di Malaysia sebagai pekerja formal sejumlah 264 perempuan,” ujar Slamet Widodo.

Dewi Aryani dari BP2MI Pusat dan R Westi Yudo (BP2MI Jateng) juga memberikan masukan atau informasi seputar PMI yang memang sangat dibutuhkan di luar negeri. Karena ada pandemi Covid-19, kata Dewi Aryani, membuat dampak tersendiri, seperti menunda dulu keberangkatan ke negara luar negeri demi keamanan dan keselamatan.

Sementara itu, Rahmad Handoyo mengharapkan, sosialisasi CPMI ini bisa menambah wawasan masyarakat agar ikut mengarahkan peluang kerja ke luar negeri kepada para generasi muda di Pandes dan sekitarnya. Untuk soal upah atau gaji bekerja secara formal sungguh luar biasa besarnya. Setidaknya seperti di Korea atau Japan bisa Rp 22 juta per bulannya.

Sejumlah Kades ikut hadir dalam sosialisasi peluang kerja yang didukung Rahmad Handoyo ini.

“Kegiatan sosialisasi ini bagian dari upaya pemerintah memberikan informasi peluang kerja di luar negeri bagi generasi muda kita. Kita maklumi migran ke luar negeri turun karena pandemi. Kita justru ambil momentum dengan punya skill atau keahlian. Kalau nanti sudah pulang buruh migran formal tetap terhormat. Mungkin dengan pandemi ini menjadi kesempatan CPMI untuk memperdalam fokus bahasa-bahasa negara yang dituju,” pesan Rahmad.

Para CPMI juga diminta tidak terjebak atau tertipu terbuai dengan ulah oknum yang mengiming-imingi dengan gaji yang tak jelas. Maka perlu kerjasama dengan pemerintah dan lembaga resmi yang kredible atau dapat dipercaya. CPMI harus tahu perusahaan yang mengutamakan keselamatan dan tanggungjawab secara detail.

Dikatakan pula, karena masih ada pandemi Covid-19, pemerintah masih belum berani mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri. Masyarakat juga diminta tetap perketat prokes atau protokol kesehatan dan tidak menyepelekannya. Kesempatan ada pandemi, CPMI harus menyiasati, salah satunya perdalam atau belajar bahasa asing negara yang akan dituju.

Selain itu, Rahmad menambahkan, terkait pandemi Covid-19, banyak kasus terjadi penularan Covid-19 disebabkan sembrono dengan tidak mengibdahkan prokes. Termasuk tidak mau maskeran, suka salaman cipika-cipiki, suka berkerumun dan lainnya. Klaster Covid-19 ada macam-macam, seperti klaster kantor, klaster pasar, klaster pengajian, klaster lebaran dan lainnya.

Dalam acara ini diikuti pula para Kepala Desa, seperti Kades Pandes Heru Purnomo, Ketua Papdesi Klaten yang juga Kades Tijayan Manisrenggo Joko Lasono, Kades Malangjiwan Suprianto dan kades lainnya. Para peserta sosialisasi lainnya dari para tokoh desa dan pemuda Desa Pandes. (Kim)

Caption Foto HL:
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Klaten Slamet Widodo sedang berikan penjelasan terkait tenaga kerja di Klaten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *