Bupati Negosiasi Perpanjangan Kerjasama dengan Perusahaan Belanda

Spread the love

SRAGEN, POSKITA.co – Pemerintah Kabupaten Sragen berupaya memperpanjang kerjasama dengan perusahaan Belanda di bidang pengelolaan air. Kerjasama sejatinya berlangsung periode 2017-2021. Namun sinyal perpanjangan kerjasama bakal dilakukan karena sejauh ini Kabupaten Sragen menjadi satu-satunya di kabupaten di Indonesia yang komitmen menerapkan ilmu dari Belanda.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjadi satu-satunya pembicara asal Indonesia dalam forum pertemuan yang diikuti 22 negara yang mendapat bantuan dari Oasen, perusahaan asal Belanda Kamis (11/2). Perusahaan Umum daerah (Perumda) Perusahaan Air Mium Daerah (PDAM) Tirto Negoro Sragen diminta menjadi narasumber untuk water works Program.

”Kenapa kami yang dipilih? Karena water works Program ini mendampingi negara-negara yang membutuhkan untuk program clean water dan salah satunya Sragen yang saat ini masih berjalan dengan baik,” terangnya.

Awalnya Sragen hanya dibantu dalam pendampingan untuk mengurangi kebocoran. Karena berjalan baik, kemudian Sragen semakin dipercaya karena komitmen menjalankan kerjasama. Lantas dari water works program melanjutkan perjanjian dan memberikan ilmu yang lain seperti customer satisfaction. ”Kita juga dibantu dalam bentuh hibah, berupa alat jaringan pipa untuk mengurai kekeringan di utara bengawan,” terang Yuni.

Dia berharap ke depan Kabupaten Sragen dampingi secara berkelanjutan. Rencananya seluruh daerah di utara bengawan kita bisa jangkau untuk mendapat air bersih. Target dari 20 kecamatan, 19 kecamatan bisa terkaver jaringan air bersih.

Yuni menegaskan melanjutkan kerjasama ini membuat PDAM harus bekerja keras. Menunjukkan konsisten dan komitmennya. Tidak hanya dari internal PDAM tapi juga kepala daerah. Awalnya kerjasama tidak hanya Sragen, tapi beberapa kota lain di Indonesia. Namun kini tinggal Sragen saja. Ditambah Kota Semarang yang baru menjajaki kerjasama.

”Berlanjutnya kerja sama ini tergantung dari komitmen kepala daerah. Alhamdulillah mulai 2017 sampai sekarang kita selalu dapat berdampingan dan mendapat technical assistance. Kalau kami tidak serius pasti sudah ditinggal,” tandas Bupati.

Menyoroti kerjasama dengan Belanda ini, Bupati mendapati sejumlah keuntungan. Selain ilmu dan teknik pengelolaan air yang baik, juga sejumlah bantuan. Pada 2021 ini kerjasama yang ditergetkan yakni menambah jaringan di utara bengawan. Jika 2020 lalu jaringan hanya di Kecamatan Jenar, tapi 2021 sampai di Tangen. ”Belanda menghibahkan jaringan itu 1.500 euro atau Rp 2,5 miliar dalam bentuk barang (pipa, red),” jelasnya.

Sementara Direktur Utama PDAM Sragen Supardi menyampaikan ada sinyal perpanjangan kerjasama untuk kabupaten Sragen. ”Kita kerjasama sampai 2021, tapi ada sinyal perpanjangan sudah ada upaya dari ibu bupati,” ujarnya.

Dia menyampaikan saat ini Kecamatan Jenar meliputi Desa Kandangsapi, Japoh, Mlale, Jenar dan Dawung. Lantas sambungan akan dilanjutkan ke Desa Katelan, Kecamatan Tangen. Saat ini baru 220 sambungan rumah, tapi rencana sekitar 2.000 sambungan. (Cartens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *