Memanfaatkan Model Home Visit Method dan Project Based Learning Pelajaran IPA di Masa Pandemi

Spread the love

Oleh: Dra. Ning Suainah, M.Pd

SMP Muhammadiyah 2 Surakarta

Sejak pertama kali virus ini terdeteksi di Wuhan, China, pada Desember 2019, wabah ini telah berkembang sangat cepat. WHO lalu melabeli wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)  sebagai pandemi global.
Mempertimbangkan hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran no. 4 tahun 2020. Kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan menjaga jarak agar rantai penyebaran terputus.

Implikasi dari Surat edaran tersebut membuat sekolah melakukan pembelajaran dari rumah untuk para peserta didik.
Setiap institusi pun dituntut untuk memberikan inovasi terbaru untuk membentuk proses pembelajaran yang sangat efektif
Sayangnya, tak semua institusi pendidikan rupanya belum paham betul mengenai inovasi terbaru yang harus dipakai untuk melakukan pembelajaran selama pandemi.

Kebanyakan dari mereka masih belum bisa menyesuaikannya karena terkendala sarana dan prasarana.
Survei yang dilakukan KPAI menyatakan bahwa 76 persen siswa tidak senang belajar jarak jauh, kemudian 76 persen siswa mengatakan beban yang ditugaskan merasa berat, ditambah lagi 42 persen tidak memiliki kuota dan alat teknologi seperti HP, dan kesulitan menggunakan aplikasi video serta kesulitan sinyal.
Kesimpulan dari survei tersebut intinya daring sudah tidak kondusif di mata siswa. Survei ini bukan sebuah alat kebenaran abadi, hanya bisa dikatakan sebagai suatu evaluasi bagi para pegiat pendidikan seperti apa metode daring yang menyenangkan.

Ditambah lagi saat ini orang tua siswa sudah aktif bekerja di luar rumah, kemungkinan besar alat-alat teknologi semisal HP dan sejenisnya minim dimiliki siswa.
IPA merupakan ilmu pengetahuan alam yang mempelajari apasaja yang terjadi di alam, baik yang kita lakukan maupun melalui sebuah gambaran.

Salah satu alternatif yang bisa lakukan di masa pandemi adalah menggunakan model pembelajaran Home Visit Method dan Project Base Learning pada pelajaran IPA.
Pertama, Project based learning merupakan suatu model pembelajaran yang sesuai untuk digunakan pada kegiatan belajar dari rumah pada mata pelajaran IPA karena melalui project based learning siswa diajak untuk berkolaborasi, mandiri dan bereksplorasi. Penilaian yang digunakan pun sesuai dengan surat edaran mendikbud no 4 tahun 2020 yaitu penilaian berbasis portofolio dengan menyesuaikan kondisi siswa (kesenjangan akses).

Proses pembelajaran dilakukan dengan mengedepankan pola interaksi dan atau komunikasi yang positif antara pendidik dengan siswa dan orang tua karena itu perlu memilih media yang tepat dalam pembelajaran dan penilaian.
Pelaksanaan project based learning biasanya dilakukan secara berkelompok atau berkolaborasi antar siswa, namun di masa pandemi kolaborasi dapat dilakukan antara siswa dengan orang tua agar terjadi pelibatan antara guru, siswa dan orang tua dalam mengerjakan suatu project, ekperimen dan inovasi.
Kedua di masa pandemi bisa dilakukan model pembelajaran Home Visit. Guru mendatangi siswa di rumah tentunya dengan mempertimbangkan serta memerhatikan sejumlah protokol kesehatan. Model ini lebih dekat model Homeschooling.
Home visit juga dilakukan di tengah-tengah orang tua yang sedang bekerja dan tidak memberikan seperangkat alat teknologi kepada siswanya. Nantinya, pada program home visit guru-guru yang akan berkunjung tidak akan memberikan pelajaran, tapi memonitor tugas peserta didik, biar ada kesan bersahabat dan kekeluargaan serta kebersamaan. Hal ini bisa dilakukan secara bergantian dengan waktu yang berbeda.
Kedua model tersebut bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan lewat cara menawarkan kepada orang tua murid. mana yang paling diminati dengan menggunakan alat survei google form, sehingga keduanya menjadikan model belajar dalam satu tarikan napas, bukan sesuatu yang terpisah walaupun kesemuanya juga memiliki sejumlah risiko.
Dengan adanya model-model pembelajaran tersebut, diharapkan agar pendidikan di Indonesia tetap berjalan dengan baik, berkualitas dan menyenangkan. ***

 

Editor: cosmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *