Ini Dia Pemenang Festunesia 1 Pakarti-Mafindo…

Spread the love

SOLO, POSKITA.CO – Festival Kartun Indonesia 1 (Festunesia) yang diikuti dari berbagai negara menghasilkan 3 pemenang. Kartun bertema fenomena hoax, diilustrasikan sejumlah reporter dengan menyorongkan microphone dan dan hanphone untuk mewawancarai tokoh, dimana sang tokoh kepalanya ambles ke dalam bumi, sementara pantatnya menyembul wajah seseorang bertuliskan hoax?

Karikatur unik, inspiratif, dan fenomenal inilah yang dinobatkan sebagai juara pertama, disabet oleh Suyono, Desa Karangtengah RT 03 RW 02 Kec Kaliwungu, Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Pengumuman pemenang dilaksanakan di Wedangan Cendana Wangi, Pasar Gedhe, Solo. Suyono mengalahkan 374 kartunis dari 48 negara, dari 1496 karya kartun.


Kegiatan heboh ini merupakan kerja bareng antara Federasi Kartunis Indonesia (PAKARTI) dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO). Festunesia untuk memperingati hari ualng tahun ke -31 Pakarti. Tema yang diangkat Anti hoax.
Pemenang kedua diraih Edi Permana, Jl Tunas Kenangan Perum Karlina Jambi, Indonesia. Ia membuat karikatur dengan menghadirkan tokoh dari berbagai suku di Indonesia, berjumpalitan, beterbangan di digiring penampakan hantu sambil membawa kata-kata hoax.
Pemenang ketiga diraih Septa Miyosa, dari Semarangan, Sidokarto, Godean, Sleman, Yogya. Karikatur buatannya menggambarkan fenomena masa kini, seseorang memegang handphone, sementara tubuhnya dililit oleh kalimat hoax.


Selain 3 pemenang, dinobatkan pula 10 archievement award, diraih Tyok Black (Indonesia), Abdul Qodir (Indonesia), Yan Batista T (Indonesia, Ahmad Reza (Iran), Thomdean (Indonesia), Zapata Mora (Colombia), Gabriel Lopez (Mexico), Karem Vuce (Turkey), Itok Isdiatno (Indonesia) dan Makmoen A (Indonesia).
Ada 5 special prize yang disabet oleh Putu Suara (Indonesia), Izabela Kowalska (Polandia), Marina (Belarus), David Hafez (USA) dan Simone Luz (Switzerland).
Menurut Presidium Pakarti, Jajak, hoax atau informasi palsu telah menjadi pemrasalahan bangsa Indonesia. Misinformasi dan disinformasi telah berakibat negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Bisa berujung pada kehancuran Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Jajak.
Presidium Mafindo Bidang Kampanye dan Publikasi, Niken Satyawati, berharap media kartun dapat mendukung kegiatan berantas hoaks dengan cara yang mudah dicerna dan sekaligus menghibur.
“Kartun menonjolkan sisi visual yang menarik perhatian. Hasil lomba kartun dijadikan katalog pameran hasil Festunesia,” ucap Niken.
Adapun dewan juri yaitu Presidium Pakarti: Agus Jumianto, Agus Widodo, Jajak Solo, Yere Agusto, Den Dede, dan Mac Dorry. dan dari Mafindo diwakili Niken Satyawati. Kegiatan ini didukung penuh oleh Mafindo, Diah Warih, Proconcept dan Pakuwon Jati Grup.
COSMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *