Baru Selesai, Aspal Sudah Mengelupas

Spread the love

 

SRAGEN, POSKITA.co – Proyek hotmix jalan Lemahbang – Bulu Desa Karanganyar, kecamatan Sambungmacan Sragen dikeluhkan masyarakat, Minggu (20/12). Lantaran baru selesai dua Minggu yang lalu, namun jalan ditemukan banyak yang rusak mengelupas. Selain itu, luas jalan tidak sesuai dengan ketentuan yang tertera di papan pekerjaan proyek.

Informasi yang dihimpun, rekonstruksi jalan Lemahbang rencananya dikerjakan sejauh 0,91 kilometer dan lebar 4,5 meter. Proyek tersebut bersumber anggaran APBD Perubahan tahun 2020 sebesar Rp 1,785 miliyar. Lantas dikerjakan oleh CV Rejekining Abadi – Karanganyar. Namun berdasarkan laporan masyarakat, ada sejumlah titik yang mengelupas. Selain itu luas jalan tidak sesuai dengan rencana pekerjaan. Setelah diukur luas jalan tersebut hanya 4 meter.

Menurut keterangan Sigit, 27, warga dukuh Brengkot RT 04, Desa Karanganyar menyampaikan jalan itu baru selesai sekitar dua Minggu. Tetapi aspal sudah banyak yang terkelupas. ”Memang sebaiknya diperbaiki lagi sebelum semakin lebar kerusakannya,” ujar Sigit.

Pihaknya juga curiga dengan lebar jalan. Lantas setelah diukur lebar jalan tersebut ternyata hanya 4 meter. Menurutnya tidak sesuai dengan yang ditulis dipapan proyek. Karena tertera panjang 0,91 Km lebar 4,5 meter. Saya ukur ulang hanya 4 meter saja, kalau memang RAB (Rencana Anggaran Belanja,red) panjang 0,91 Km lebar 4,5 meter, berarti masih kurang 50 cm X 910,” tandasnya.

Dia menyampaikan jika ada unsur kesengajaan siap lapor ke penegak hukum. Selain itu, dalam pekerjaan proyek jalan aspal hotmix lemahbang – bulu, tidak diterangkan ketebalan aspal. Hanya tertera luas dan panjang. Sehingga warga tidak tahu kualitas jalan tersebut.

Sementara Wandi, 62, warga Dukuh Karanganyar RT 12 desa Karanganyar menyampaikan bahwa banyak aspal yang mengelupas. Dia menduga dasarnya tanah bukan sirtu. ”Saat pengaspalan memang sering hujan , meski demikian kalau bahanya bagus sesuai spek akan kuat dan tahan lama,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen Albert Pramono Susanto menyampaikan kerusakan jalan tersebut tengah diperbaiki Minggu (20/12) ini. Selain itu juga belum dilakukan pembayaran pada pelaksana pekerjaan. ”Memang ada lokasi yang harus diperbaiki, pemeliharan 8 bulan masih menjadi tanggung jawab pelaksana,” terangnya.

Soal lebar yang kurang tersebut, dia mengklaim ada penyesuaian. Setelah dilakukan perhitungan, disesuaikan dengan anggaran yang ada. Lantas mengurangi lebar untuk panjang jalan yang diperbaiki terpenuhi. ”Kita punya anggaran terbatas, kemarin dalam pelaksanaan ada penyesuaian ukuran, jadi yang dibayarkan tetap sesuai yang dikerjakan,” terang Albert. (Cartens)

Caption Foto:
Kondisi.jalan yang baru kelar dibangun sudah rusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *