Dari Tangan Pembatik Gondosuli Tumbuh Pengrajin Batik Se Nusantara

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Rumah yang cukup unik dengan interor khas Jawa ternyata belakangnya sebuah dapur untuk membuat batik. Tidak hanya itu, beberapa pejabat daerah tidak pernah lupa berlama-lama untuk belajar membatik seperti Kustina Heri Amalindo, istri Bupati PALI, Heri Amalindo.

“Untuk batik capnya belum mendalam sehingga kami ingin mendalami batik cap di sini. Di tempat saya belum ada,” kata Kustina beberapa waktu lalu.

Setidaknya kekurangan pengrajin ini membuat dirinya harus belajar 10 hari belajar di rumah itu yang dikenal Ndalem Gondosuli. Bangunan di ujung perempatan kampung Batik Laweyan ini pemiliknya mempunyai karakter dan prinsip berbeda dengan pembatik dan pedagang batik lainnya.

“Kalau jualan jelas untuk untung ruginya. Persaingan batik jelas kompetisi. Hanya saja kelonggaran waktu menggenarasikan pembatik, itu tidak mudah,” jelas pemilik Ndalem Gondosuli, KRHT Heru Notodiningrat.

Pria yang bisa dikatakan berdarah priyayi justru rela mendermawankan keahlian membantik dengan menggelar festival membatik sejak dini. Event membatik tingkat pelajar, menurutnya sebuah tantangan karena tidak semua sekolahan mengajarkan atau punya kurikulum membatik. Bahkan tamu-tamunya yang sekedar melihat produksinya ditawari membatik seperti yang terakhir Penggerak PKK Kabupaten Pangkalan Abab Lematang Ilir (PALI).

“10 hari memang terlalu cepat tapi setidaknya 10 pemuda dari kabupaten tersebut ikut pelatihan ternyata cepat. Terutama batik warna,” ungkapnya.

Rumah yang di dalamnya ada lorong bawah tanah ini menjadi perhatian tersendiri bagi penikmat batik. Serentetan pejabat sering membuat event bertema batik di rumahnya untuk mempromosikan karya batik kepada masyarakat.

Pelatihan
Kustina menjelaskan, selama 10 hari pelatihan itu peserta yang diambil dari perwakilan lima kecamatan di Kabupaten PALI. Mereka diajari tentang bagaimana cara pengecapan, membuat bahan cap batik dan proses pewarnaan batik. Meski belum genap 10 hari, Kustina mengaku terkesan dengan para tenaga pelatih Ndalem Gondosuli yang memberikan pelatihan kepada mereka.

“Tenaga pelatihnya baik, lingkungan pembuatan batiknya sudah lengkap. Kami berharap bisa memperbaiki proses batik di sana, baik untuk lebih mendapatkan produksi yang lebih baik lagi dengan tenaga-tenaga pengajar di sini. Karena batik di Solo memang sudah dikenal di mana-mana,” ucap istri bupati Pali. (Agung Santoso)

Caption Foto:
Tim penggerak PKK Kabupaten Pangkalan Abab Lematang Ilir (PALI) di bawah bimbingan Sri Kustina Heri Amalindo, istri Bupati PALI, Heri Amalindo mengadakan pelatihan membatik cap di Ndalem Gondosuli Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/3/2019).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *