Rektor Binus: “Dosen Pembelajaran Online Harus Mampu Mengembangkan Konten”

Spread the love

JAKARTA, POSKITA.co – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNISRI Solo mengadakan studi banding ke Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta (2/4). Studi banding diwakili oleh LPM beserta Wakil Rektor Bidang 1 Dr Rispantyo MPd dan perwakilan dosen serta UPT Komputer. Kunjungan diterima langsung oleh Rektor Binus Prof Dr Ir Harjanto Prabowo MM beserta Kaprodi dan Direktur dari Program Pembelajaran Jarak Jauh.

Tujuan studi banding menurut Rispantyo adalah untuk belajar sistem pembelajaran jarak jauh (online learning) yang sudah dilakukan oleh Binus, karena menjadi rujukan Dikti untuk penerapan metode pembelajaran online.

“Kita sebenarnya sudah lama ingin menerapkan metode pembelajaran online, dan setelah didukung oleh Era Revolusi Industri 4.0 mengharuskan kita untuk segera merealisasikan,” ujar Rispantyo.

Dalam sambutannya, Rektor Binus Harjanto Prabowo memaparkan bahwa sudah mulai merintis Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini sejak tahun 2000, kemudian dimulai tahun 2009 dan mulai berdiri formal sejak tahun 2014.

“Kendala awal mendirikan PJJ ini adalah tentang perijinan online learning, karena harus memiliki ijin kalau metode pembelajaran lebih dari 50 persen,” pungkasnya.

Binus memang sedikit berbeda dengan Universitas Terbuka (UT) yang sepenuhnya menerapkan online learning, namun masih ada sedikit tatap muka dan ada masa studi.

“Dalam masa transisi awal memang tidak mudah mengubah metode pembelajaran, terutama di kalangan dosen, karena dosen  pembelajaran online harus mampu mengembangkan konten pengajaran agar menarik,” kata Harjanto.

Dalam sistem pembelajaran di Binus menggunakan Learning Management System (LMS) yang dikembangkan sendiri sehingga dapat dikontrol dengan mudah, dan metode pembelajaran menggunakan diskusi forum online, video conference dan tatap muka. (Cos/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *