Ribuan Jamaah Silaturahmi

Spread the love

SOLO, POSKITA.co – Ribuan jamaah dari berbagai elemen dan ormas umat beragama Islam memenuhi Pagelaran Karaton Surakarta, Jumat (29/03/2019) malam. Puluhan tokoh dari ormas tersebut menyampaikan pesan damai di dalam acara yang bertema Silaturahmi Umat – Pesan Damai dari Solo Untuk Indonesia.

Dari pantuan, kalau acara dihadiri belasan tokoh elemen yang aktif dari aksi, dakwah hingga pendidikan dan politik. Mereka satu persatu meyampaikan pesan damai dalam pemilu walaupun ada perbedaan pilihan. Tidak hanya itu, damai juga disampaikan pihak pemerintah Kota Solo diwakili Tamso dan kepolisian yakni Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo serta dari TNI yakni Dandim 0735/ Surakarta Letnan Kolonel Ali Akhwan.

Ustadz Syihabuddin sebagai Ketua Umum Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Isy Karima (YSPII) Surakarta menyampaikan pesan damai. Selama ini, Kota Solo menjadi sorotan nasional sehingga menunggu sikap masyarakat dalam pemilu 2019. Tidak ingin menimbulkan tafsiran lain maka kegiatan ini diadakan sebagai bentuk silaturami dan menyatakan menjaga kedamaian Kota Solo sekaligus pemilu 2019.

“Selama dua tahun kita yang muda-muda seperti Ustads Muindinilah, Gus Salim, Buya Soni dan lainnya sowan ke sesepuh dari ormas Islam. Akhirnya beliau mau diajak dan mendukung kegiatan ini untuk menciptakan damai,” jelasnya.

Setidaknya, untuk menunjukkan ke masyarakat kalau berbagai elemen Islam ini tidak bertentangan maupun membeci walaupun berbeda. Kemudian kegiatan ini juga bukan untuk umat beragama Islam tapi agama lain dihadirkan dalam menjalin ukhuwah. Baginya, peristiwa 1998 silam ditutup rapat dan menjadi pelajaran bagi masyarakat atas pentingnya perdamaian.

“Indonesia itu negara kuat. Masyarakatnya ramah dan santun tapi berkarakter petarung. Lihat saja, tariannya semua pakai senjata. Negara eropa mengakui kalau tahun 2020 maka Indonesia negara kuat dengan menempati rangking ke lima teratas sebagai negara kuat,” jelasnya.

Meskipun petarung, jiwa masyarakatnya satria sekaligus sering teruji seperti dalam pemilu. Dengan demikian, dia selaku inisiator acara ini berkaca dalam pergerakan nasional yang berawal waktu itu dari Solo. Dari kota inilah pesan damai untuk pemilu dinyatakan oleh elemen maupun ormas beragama Islam.

Ustadz Ahmad Sukino, Ketua MTA menyampaikan perbedaan itu rahmat tapi menjaga ukhuwah itu penting. Bahkan ustadz Muindunillah mengatakan hal sama sehingga tidak perlu dipertentangkan bila ada perbedaan dan pemimpin sudah diatur Tuhan. Buya Soni dari Majelis Al Hidayah mengatakan memperolok dengam sebutan binatang pada paslon lain maka dosanya justru menumpuk karena menganggap binatang semua para pendukungnya yang di dalamnya ada ulama. Dalam kesempatan sebelum berakhirnya kegiatan maka semua peserta dan tokoh membacakan deklarasi pemilu damai. (Agung Santoso)

Caption Foto:
Ribuan jamaah dari berbagai elemen dan ormas umat beragama Islam memenuhi Pagelaran Karaton Surakarta, Jumat (29/03/2019) malam. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *