Project Caffe Jamu Bar Carnival, Upaya Lestarikan Jamu Warisan Nenek Moyang  

Spread the love

SOLO (Poskita.co)- Banyak alasan kenapa masyarakat sekarang enggan untuk mengkonsumsi jamu tradisional. Mulai dari rasa yang pahit, aroma jamu yang ‘strong‘ dan banyak alasan lainnya.

Namun seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dengan kembali ke alam (back to nature) perhatian masyarakat akan warisan nenek moyang berupa jamu kembali di lirik.

Terbukti dengan banyak inovasi yang dilakukan berbagai perusahaan jamu tradisional, untuk mempermudah cara mengkonsumsi minuman tradisional khas Indonesia ini dan memadukan aneka rasa jamu yang kekinian.

Agung Pribadi Daga, Area Promotion Head PT Air Mancur untuk wilayah Jateng-DIY sebut, pihaknya ingin menghilangkan “kekunoan” dan rasa pahit jamu yang membuat masyarakat enggan meminum jamu meski terbukti memiliki khasiat kesehatan dan kebugaran tubuh.

Menyadari mulai berkurangnya penggemar jamu, inovasi pun terus dilakukan agar jamu tidak tergerus perkembangan zaman. Terlebih, potensi empon-empon di negara ini, khususnya di Jawa Tengah, sangat banyak dan beragam tentunya khasiatnya juga besar.

“Karena itu kemarin kami kumpulkan pemilik depot jamu se Soloraya untuk memperkenalkan produk kami dan nantinya merekalah yang menjadi ujung tombak memperkenalkan kepada masyarakat,” paparnya,Senin (25/3/2019).

Selain mengumpulkan sekitar 300 pemilik depot jamu pihaknya juga memiliki program caffe Jamu Bar Carnival, yang kemarin sudah louncing di Sukoharjo.

Nantinya kita setiap ada event akan dibuat satu spot khusus Jamu Bar Carnival, dimana desainnya merupakan desain milenial (vintage).

“Jadi anak muda milenial sekarang jika melihat desain booth kita, mereka akan tertarik untuk dateng dan selanjutnya mereka akan mencoba apa yang kita tawarkan,” lanjutnya.

Dan hasil dari pengalaman kemarin, banyak anak muda mainset tentang jamu selalu negatif, bau, pahit, rasanya nggak enak, kental.

“Namun setelah merasakan seduhan kita, persepsi itu menjadi berubah. Ternyata jamu tidak sepahit yang mereka bayangkan, dan setelah minum terasa segar dan hangat di badan,” ucapnya.

Karenanya perlu dikampanyekan melalui Jamu Bar Carnival agar masyarakat sadar bahwa minum jamu itu sehat. Sehingga pada akhirya mereka bisa menyadari dan perduli untuk ikut melestarikan budaya minum jamu yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. (Uky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *